Showing posts with label Sejenis Puisi. Show all posts
Showing posts with label Sejenis Puisi. Show all posts

Tuesday, 8 July 2014

I've Learned

I’ve learned that no matter what happens, or how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow.
I’ve learned that you can tell a lot about a person by the way he/she handles these three things: a rainy day, lost luggage, and tangled Christmas tree lights.
I’ve learned that regardless of your relationship with your parents, you’ll miss them when they’re gone from your life.
I’ve learned that making a “living” is not the same thing as making a “life.”
I’ve learned that life sometimes gives you a second chance.
I’ve learned that you shouldn’t go through life with a catcher’s mitt on both hands; you need to be able to throw something back.
I’ve learned that whenever I decide something with an open heart, I usually make the right decision.
I’ve learned that even when I have pains, I don’t have to be one.
I’ve learned that every day you should reach out and touch someone. People love a warm hug, or just a friendly pat on the back.
I’ve learned that I still have a lot to learn.
I’ve learned that people will forget what you said, people will forget what you did, but people will never forget how you made them feel.

— Maya Angelou

Saturday, 19 April 2014

Lamunan

Aku pikir aku sudah keluar rumah
Melihat matahari dan hujan
Naik gunung, turuni lembah, hingga ke laut
Melihat bunga bermekaran hingga salju
dan orang-orang yang berbeda dari negaraku

Aku pikir aku sudah jauh melangkah
Meninggalkan sanak saudara
Mengembara ke tempat-tempat asing
Sendiri tak berkawan lalu bertemu orang-orang baru

Aku pikir aku sudah..
berpindah tempat 
tapi ternyata aku lupa
aku sedang melamun
Kulihat, pakaianku masih gembel


(ini adalah puisi (?) tingkat ngaco)

Thursday, 6 February 2014

Merindu

Aku ingin memberi tahu bahwa
Rindumu telah sampai padaku
Menyusup diantara celah-celah hati yang beku
Perlu waktu lama untuk rasamu berlabuh
Hingga menepi di sanubari kalbu
Lantas aku tak tahu sampai kapan kau akan ada
Dalam semesta khayalku yang semu
Hai, aku rindu

>.<


Saturday, 7 December 2013

Cinquain Poem

My private student is learning to write a poem. From him, I know there are many types of poem. I should try to make one. Here are my two first cinquain poem.


The Fourth Letter 

Maybe 
I'm into him 
everything is fun
That's what I feel when he's around
Happy
-----------------------

Just a Feeling

I know
I don't own him
He's someone else boyfriend
I don't think that it's wrong, cause I
like him
--------------------

So, cinquan poem only has five lines long. First line has two syllables, second line has four, third line has six, fourth line has eight, and the last line has two. This poem doesn't need rhymes, but if you want that's okay. This poem can tell a very short story, describe feeling, anything.


PS. ternyata ini puisinya agak hanjir galaw pisan gitu ya. HAHAHA maaf deh

Tuesday, 3 December 2013

What I Hate from School

I hate report card distribution day
My parents always angry to me
I'm always at the bottom rank
They are very scary 
I'm afraid

I hate when my name is called
To solve questions on the board
I never can answer any of them
I'll look stupid in front of my friends
I'm sad

I hate Math, Chemical, and Physics subject
I never can get good score
I never can understand
I always practice but when the test come,
I forget all and it sucks

I hate my teachers
I have feeling they don't want to have student like me 
Because my teacher said, "Are you really serious studying in this class?"
When I got only one correct answer of math test
Don't they ever feel fail they can't make me understand ?

Overall, I hate how teachers see the students
and how they appreciate them, and how they teach them
I hate how they think that smart students are the ones who good at math
I hate how they think that IPA students are the best
I hate how they think low on students who smart at other subjects besides math
I hate their paradigm
I hate when they feel proud when their students enter ITB 
and not feel proud at all when their students enter STKIP

I hate how they can't teach, 
they only asked the students to answer LKS all the time
give monotonous activity in classroom
talk to the whiteboard and give lecture
all day

I hate they never know that they are not teaching
for all this time

Friday, 8 November 2013

Penyair Hujan

Aku baru sadar, aku sengaja tak punya jas hujan

Semua atas nama ritual berbalut kenikmatan:

supaya aku punya alasan untuk berteduh,

lalu memandang hujan dalam diam.


Selagi aku memandang wajah-wajah sebal dalam balutan jas hujan,

apa yang sedang kau lakukan,

wahai penyair hujan?

 

Adakah sunyi yang kau cari?

pada suara hujan yang jatuh di atap rumahmu yang asri?

Adakah sunyi yang kau cari,

dalam sesapan teh hangatmu yang tak berteman?

Adakah sunyi yang kau cari,

saat kau pandang tea set beranggotakan sebuah teko dan cangkir sepasang?

Akankah kuganggu sunyimu bila kau kutemui?


Aku jatuh cinta pada cakrawala.

Maka tolong ajari aku cara menebas jaraknya


Sapardi Djoko Damono

Monday, 14 October 2013

Walk the Talk

Sometimes,
I don't believe if people say that they will stay
Because when they happen to say they can't, it hurts inside
They break their promise that I really am waiting for

I don't believe if people say they won't do it
Because when they do it instead, it makes me wanna vomit
They are disgusting, so hypocrite

I don't believe of people words
Because they think they understand but actually they don't

Until, they keep the promises
Until, they really do what they say they will do
Until, they are here when they say they will be here

And I learn a lot from them how really walk the talk is important
It's one of the keys of maturity

Friday, 11 October 2013

Rahasia

rahasia photo IMG_20131010_210330.jpg
Tentang masa depan yang tak pernah bisa kutembus bayangnya,
 tentang hati yang selalu tak mudah kubaca,
tentang segala tanya yang tak kutahu jawabnya,
dan tentang hal-hal abstrak lainnya, seperti misalnya manusia, 
yang aku minta,
pasti ada makna lain lebih dari sekadar rahasia.

Monday, 23 September 2013

Intermezzo

Abis nyari jurnal yang nyelip di tumpukan folder yang udah macam tatanan galaksi bima sakti aja, alias ruwet, eh malam nemu ini di notepad.
Entah sampai kapan aku terus mengutuki waktu
yang sampai kini tak mempertemukan aku dengamu
Aku tak tahu bagaimana harus mencari
karena sejujurnya aku malas berputar tanpa arah
membuang-buang waktu pada orang yang salah
Tapi kata temanku, apa salahnya mencoba
Itu bisa jadi sebuah cara..

Entah sampai kapan detik ini bergulir
mencari sesuatu yang aku sendiri malas mencarinya..
tapi buat apa dicari, kalau dengan menunggu aku bisa mendapatkanmu.
Tapi sesungguhnya aku tidak menunggu.
Aku hanya menghabiskan waktu tanpa kamu.

dan siapa tahu kalau mungkin kau sudah ada didekatku
tapi aku tak tahu.

Salam dari dekat,
Risma

Yang ketawa, gue gampar.

Saturday, 21 September 2013

Merayakan Kesedihan

Daritadi aku menebak-nebak isi hatimu, tapi yang ada aku jadi makin tersiksa. 
Bagaimana kalau nyatanya salah? dan aku terlanjur percaya, selama ini. 
Rasanya seperti jatuh ke tebing tapi ngga tau dalemnya seberapa.
Yang ada hanya... terjun bebas tanpa pernah menyentuh dasar. 

Aku ingin menangis! tapi yang ada aku akan semakin sakit. 
Aku ingin merindu!  tapi merindu malah membuat ketidakhadiran semakin terasa. 
Aku ingin mengenang! tapi mengenang justru membuat kehilangan semakin nyata. 
Ah!

Nggak kerasa sepanjang malam ini aku habiskan dengan diam. 
Berusaha menempatkan kembali isyarat-isyarat pada maknanya. 
Namun tak juga aku berhasil. Aku nggak ngerti apa-apa! Aku bingung.
Aku aja nggak pernah bisa membaca isyaratmu, apalagi merangkainya!
Untuk semua hal-hal tersirat yang kamu suratkan padaku,
aku merasa kamu ada, namun disaat yang sama kamu entah kemana. 

Lalu akhirnya aku menyadari,
bahwa kesedihan tak kan sempurna jika tidak dirayakan dengan...
pesta air mata.

Saturday, 17 August 2013

DIRGAHAYU NEGERIKU



desain dari : KDRI (@okka66 & @saljuapi)

Sesungguhnya aku ingin bermakna untukmu
Sebagai ganti darah dan peluh pejuang dulu
Juga melawan kemerdekaan yang semu
Yang kini semakin terasa nyata
Atas rakyatmu yang berkhianat
Orang-orangmu yang biadab
Merampok kekayaan negara
Merusak alam raya
Menyakiti sesama

 Aku ingin bermakna untukmu
Sebagai bentuk banggaku sebagai rakyatmu

ps. semoga bukan cuma sepik-sepik-tahik 

Friday, 16 August 2013

Menyambut Kemerdekaan

Apalah arti bebas kalau masih terjebak dalam bayang-bayang?
Kamu gak akan bisa memimpin di depan, 
karena takdir bayangan adalah selamanya di belakang.
Kamu cuma bisa menginjak bekas tapak jejak,
mengikuti apa yang ada di depan.
Jika selamanya cuma bisa meniru, kapan kamu akan menunjukkan dirimu?
Coba diam sebentar, berbalik arah, atau percepat langkah
Hingga kau terlihat, tak lagi jadi hitam pekat.

******

Untuk negeriku yang memperingati hari kemerdekaannya esok hari, sampai saat ini aku masih menjadi anak muda yang biasa-biasa saja. Aku belum memberi apa-apa yang berarti. Belom pernah berinovasi atau menginspirasi. Aku pun gak mau berjanji, terlalu pengecut untuk membuktikan diri ini bisa berprestasi. Tapi aku juga nggak mau diem aja jadi bayangan orang-orang yang telah membanggakanmu. Liat aja nanti, meski gak pernah jadi yang di depan, tapi aku tak lagi jadi bayang-bayang ;)

Doaku, semoga orang-orang Indonesia semakin kreatif! Amiin 

Wednesday, 14 August 2013

When I'm Sad

Mostly I write,
or play happy songs.
Then I'll sing out loud with my terrible voice.
I'll look at the mirror,
I keep smiling to ensure that sadness doesn't fit in my face.
I'll dance randomly, it's embarrassing like seriously.
If I can't endure the pain,
I'll cry silently.
Or,
I'll check your socmed accounts
It's fun imagining every "you" written there refers to me.
Then, I'll be happy again.

HAHAHAHA

tuh kan riang gembira lagi

Sunday, 11 August 2013

Mungkin Nanti

Kepada Kesempatan yang Terlewat

Terima kasih telah menyapa, lalu pergi tanpa sempat membiarkanku menyambutmu.
Pun untuk sahabat sejatimu, Sang Waktu, yang selalu bermasalah denganku, yang suka terburu-buru, dan sering tak mengijinkanku bertemu denganmu.
Sampaikan tulisan kecil ini, mungkin sekarang dan kemarin kau berhasil pergi dariku.
Tapi kita pasti bertemu! mungkin saat kau sudah berubah bentuk.

Tertanda
Yang Penuh Harap

***********

ps.
kadang yang aku tulis bukan dari personal feeling. Jadi jangan terlalu cepet ambil kesimpulan. Kata koh aMrazing, orang yang nulis galau belum tentu lagi galau.. mungkin dia lagi ngupil sambil liatin orang yang galau, yagak? Tapi kalo postingan ini sih gara-gara aku ga bisa ketemu temen aku buat ngopi film karena..............aku ketiduran .___. lalu bangun2 disuruh mama packing buat mudik bentar lagi dan sepertinya kita ga akan ketemu lagi sampai liburan mendatang yg entah sama apa nggak... huhu. Padahal kita bisa main lebih lama lagi kan kalo aku gak ketiduran? Gak penting juga sih tapi kau tahu kan, imajinasiku liar ;)

Aku jadi kepikiran sama seluruh kesempatan yang gak bisa aku dapet, yang hampir aku dapatkan, dan yang aku pikir aku bisa mendapatkannya tapi ternyata aku gagal. Kesempatan yang bikin aku teriak "Aaaaaaaakkkkk kita emang gak jodooooooohh".. di php in sama kesempatan itu salah satu cara belajar ikhlas, yes.. dan berusaha lebih keras ",)9

pss. before you assume or when you're not sure, ask.

Monday, 5 August 2013

Tentu. Kau Boleh

Sial, pagi-pagi nemu sajak ini. Gatel pengen repost
Tentu. Kau boleh saja masuk,
Masih ada ruang di sela-sela butir darahku.
Tak hanya ketika rumahku sepi,
angin hanya menyentuh gorden,
laba-laba menganyam jaring,
terdengar tetes air keran yang tak ditutup rapat;
dan di jalan, sama sekali tak ada orang
atau kendaraan lewat.
Tapi juga ketika turun hujan,
Air tempias lewat lubang angin,
Selokan ribut dan meluap ke pekarangan,
Genting bocor dan aku capek menggulung kasur dan mengepel lantai.
Tentu. Kau boleh mengalir di sela-sela butir darahku,
keluar masuk dinding-dinding jantungku,
menyapa setiap sel tubuhku.
Tetapi jangan sekali-kali pura-pura bertanya kapan boleh pergi
atau seenaknya melupakan percintaan ini.
Sampai huruf terakhir sajak ini, kau lah yang harus bertanggung jawab atas air mataku. ~Sapardi Djoko Damono
Jangan juga berdiri di depan pintu atau hanya melihat dari balik jendela seperti hantu..
Kau boleh.. masuuuuuuuuuuuuuuuuuuk

eh ga ada orang ya di luar?

Thursday, 1 August 2013

Nokturno

kubiarkan cahaya bintang memilikimu, kubiarkan angin yang pucat dan tak habis-habisnya gelisah..
tiba-tiba menjelma isyarat, merebutmu entah kapan kau bisa kutangkap…
ketika jari-jari bunga terluka
mendadak terasa betapa sengit, cinta kita
cahaya bagai kabut, kabut cahaya
di langit menyisih awan hari ini
di bumi meriap sepi yang purba
ketika kemarau terasa ke bulu-bulu mata
suatu pagi, di sayap kupu-kupu
disayap warna, suara burung

di ranting-ranting cuaca

bulu-bulu cahaya
betapa parah cinta kita
mabuk berjalan diantara
jerit bunga-bunga rekah…
-Sapardi Djoko Damono-

****

Sedih, ya?
Aku sih gak gitu ngerti, kayaknya puisi ini berbicara tentang kehilangan. Ia nggak bisa lagi melihat orang yang dicintai, barangkali sudah diambil oleh-Nya. Atau mungkin tentang orang-orang yang gak kan pernah bisa bersama lalu mereka tetap memaksakan. Ujung-ujungnya, apalagi kalau bukan luka? Atau tentang penantian sebelah tangan. Cuma satu yang menahan perasaan, yang dirasa, ia menghilang  seperti makhluk malam. Tak terlihat tapi ada berkeliaran, mengganggu pikiran si penahan. Atau mungkin puisi ini tentang orang yang sedang merindu, di suatu malam, seperti aku.

Ah!

Tuesday, 25 June 2013

Sajak tentang Jalan

Mungkin tujuan akhir kita berbeda
Tapi kita masih bisa berbagi arah yang sama, kan?
Aku tidak tau caranya
Jika munkin kita bertemu di belokan
Kenapa tidak kita pergi saja bersama-sama?
Saling tukar cerita dalam perjalanan kita
Lalu kau akan mengajariku banyak hal
Meski akhirnya
Jalan kita saling berlawanan
Kalau kita berpapasan
Kita akan saling mengenal
Hingga waktu menunjukkan bahwa kita
Bahwa kita telah mencapai persimpangan
Saat itu kamu boleh pergi sendiri
Aku tak akan menyesal jika harus berbeda jalan 
Mungkin memang bukan kamu yang aku tuju,
tapi kalau kita adalah titik temu, kenapa aku harus menghindar 
dan berputar-putar melewatkanmu?

Ah, sekarang tahu kenapa aku sering kesasar 
dan salah jalan


*bukannya revisi malah bikin puisi, pie toh nduk (˙▿˙")*

Thursday, 13 June 2013

Untitled

Saat hujan di bulan Juni, aku teringat puisi-puisi Sapardi Djoko Damono. Tentang cinta sederhana, yang selalu sederhana. Tapi kadang perihnya mampu membius asa. Menambah duka dan nelangsa.

Seperti ketika sebuah rasa menghembuskan bahagia. Padaku, saat melihat namamu. Berkali-kali aku ingin menyapa, tapi terlalu pengecut untuk bertatap muka. Yang ada aku hanya menghabiskan waktu sia-sia. Mengenalmu tanpa kau tahu. 

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu
-Aku Ingin (SJD)
Jika boleh aku berdoa, aku mau kita saling bertutur kata. Dalam bahasa yang dimengerti manusia ketika saling jatuh cinta. Bukan sekedar berdiri dan bergeming. Atau hanya aku yang sepenuhnya melukis matamu lewat kamera. aku ingin mencintaimu dengan sederhana: dengan isyarat yang tak sempat disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada -Aku Ingin (SJD) Aku tak hanya meneriakkan rindu. Aku melengkingkan namaku, ya namaku, agar kau tau bagaimana menyapaku. Aku ingin mengucapkan cinta, tapi gerimis berkata aku belum bisa. Kau saja tak memberikan pertanda. Aku sedikit kecewa, alam saja mampu merasa. Namun kenapa kau butuh waktu lama hingga membuat pipiku usang berdebu. Suatu saat nanti, ketika aku berani menyebut namamu tepat didepan matamu. Lalu mata kita akan saling beradu. Gelombang radarku mencapaimu. Aku ingin kita saling bertukar rindu. Lalu aku akan tahu, sajakku bersambut. Nelangsa tak lagi ada.

Wednesday, 5 September 2012

Aku ingin jatuh cinta


Aku ingin jatuh cinta
Agar orang bisa melihat pipiku merah merona
Agar aku bisa ikut tertawa dan bercerita apa yang aku rasa
Hingga mereka semua tahu, aku punya cinta

Ketika saat itu tiba
Aku akan berkata tentang desiran darah
Yang bergetar dari ujung kaki sampai ke otak
Merambati nadi-nadi tanganku, memenuhi jantungku,
Dan hanyalah bahagia yang aku miliki

Aku berceloteh tentang apa yang dia beri
Sebuah perlakuan manis yang membuat semua iri
Sepasang mata yang mengunci
Tangan yang melindungi
Dan hal-hal lainnya yang terasa anomali

Aku akan bercerita hingga mereka tak percaya
Aku terus bercerita sampai mereka terperangah
Aku ingin jatuh cinta
Powered by Blogger.

Popular Posts