Tuesday, 31 January 2012

(31/366) JANUARY

Hello everyone :D I am happy for this. Finally, this project has reached a month anniversary. Yihaaaaa!! The feeling when you have to write but don't know what you are going to write and finally you end up with sleeping. No, it's not you. It's me. And when I see my blog, OMG I have about 3-4-5 writings that waiting to be written here! Gosh. Thus, in particular days of this month I have to write many things. Forced by something unreal, something as feeling, feeling of guilty, guilty not to write here. Haha. Well, there are still eleven months. Okay, this project is still a long long way to go through. 

Anyway, what happened in January? Was my life has changed into something interesting?
Well, let's have those memories back again. In the beginning of January, there were not much things to do (to be frank, there were lots of thing -> e.g. final exams, movie making, and other whatnot, but no spirit to do that). Starting in week two of January, this life began to be busy and hectic. With my partner, Ayu, we held an activity for junior high school. An obligatory activity for Environmental Education class's final exam. We conducted a penyuluhan in SMP 43 Jakarta. Only us. Two people. Gosh! Well, it was over now. And nothing bad happen. NOTHING BAD UNTIL SOMEONE IRRESPONSIBLE CUT OFF OUR PHOTOS FROM MY MMC. itu foto buat laporan final exam men! :((((

In weekend of week two, a whole class of EE class were going to Villa Botani Bogor :D Yihaaaa!!! It was awesome! Great! Magic! Perfecto! Haha. We went there by trek tentara alias tronton. Ouwww. There was a pine forest. Like, in the twilight movie. No I don't watch that movie, some of my friends said so. OH MY GOD! IT WAS SUPER COOL! 

After going back to Jakarta, hell yeah, campus routines were came back. Tuesday night, 17/1, my friend, Putra, came to my house. We did movie editing a whole night. No, it was me who didn't slept. I edited the movie. But, it was bad. I edited it with a half sleeping.. so yeah. It was bad. Putra got angry to me in the morning.. but, thanks God Putra was good enough to re-edit it and the movie was finally released. There were Bu PP our campus dean, Mr.Richard, Miss Vera, Bu Nunu and others lecturers. Oww can't imagine what their comment to this movie. It was a horror movie which take setting in campus. Aaaaaaa. Well, it was a milestone for Movie Club. After this, there will be a big project in September. Wish us luck!!!!








In the end of January, there were lots thing to do! Paper semantic, paper humanistic study, presentation LTM, lesson plan EE-PETA, micro-teaching, work-group, aaaaaaaaaaa.


But somehow, Janary was over! OVER! HAHAHAHAA. Final exams were done! DONE! YIPIEE! ;) It is time to go home. gooooing homee to Tuban, East Java. Tapi men, aku masih pengen ketemu temen-temen.. tapi aku juga pengen pulang, tapi aku juga pengen jalan-jalan.. aaaaaaaaaa

Monday, 30 January 2012

Sunday, 29 January 2012

(29/366) Berita dari Adek

"mbaaaaak rismaaaa ...............................aku ketrima di Al izzah ranking 47 looo :D"

Itu sms aku terima dua hari lalu.. dari makhluk paling kecil dalam sususan keluarga aku. Caca, adekku paling jelek #ups tahun ini masuk SMP! :D WAAH!! WAKTU CEPAT SEKALI BERPUTAR!!! Si kecil yang paling disayang, yang jarang dimarahi, yang mau apa pasti di beliin, yang nurut, rajin sholat, hafal surat-surat Al-Qur'an paling banyak setelah papa, yaaaang paliinggggg bener di antara aku dan Nina, yang paliing kurus kering, yang bahkan mama ngga sampe tega nyuruh dia belajar karena mungkin nanti bakalan tambah kurus kerontang, ..YAY!! sebentar lagi akan mengakhiri masa sekolah dasarnya. 

Awal bulan, mama bilang katanya adek masuk rumah sakit. Kena tipus katanya, waaah heboh banget tuh pastinya orang rumah. Makhluk yang paling dijaga itu masuk rumah sakit?! Kenapa?! Jadi cerita singkatnya, si adek ikutan tes di Al-Izzah Malang. Saking seneng dan bersemangatnya tuh adek jadi panas malam sebelum tesnya. Hadoh. Mama dan dokter bilang ngga usah ikutan tes aja daripada makin parah. Dan adek nggak nyerah gitu aja dong. Meskipun dia kering bagai sawah di musim kemarau, adek nekat ikutan tes besoknya (apa hubungannya -.-) Berangkatlah semuanya nganter adek ke malang! Dan adek pun udah ngga panas lagi. Mama berdoa, papa berdoa, aku disuruh berdoa, Nina malah semedi diatas jamban. Ketika adek berhasil ngerjain serangkaian soal tes, panas itu muncul lagi. Kali ini lebih parah. Adek drop!. Langsung sama si papa dibawa ke rumah sakit, di tuban lagi. Jadi malem itu mobil langsung belok ke UGD RSUD dr.Koesma Tuban

mungkin karena kekuatan doa, kercemerlangan isi otak adek yang datang tiba-tiba, dan karena takdir.. si adek lolos beneran jadi siswa Al-Izzah! ALHAMDULILLAH YA DEK ;D// kamu ngga sia-siaaaaa AAAAAA KAMUU HEBAAAAT BANGETTT LOHHHHHH!!! SERIUS!!

Tahun ini ada perubahan besar lagi di keluarga aku. Setelah satu setengah tahun lalu aku keluar dari rumah, sekarang si adek pun ikut nyusul keluar rumah. Demi beribu timba ilmu! Adek akan menjalani kehidupan barunya di asrama! Untuk papa yang ngga bisa ngelepas adek, pasti tiap minggu nengokin ke Malang --.--

Aduh itu sekolah adek bikin iri laaaaaaaaaaaaah!!!!  Nanti masa wisuda kelas tiga nya umroh ke mekkah coba?! huwooooo ~ dan bisa ketebak, mama bilang papa bakal nemenin adek ikutan umroh. Papa mau nabung mulai sekarang biar bisa nemenin adek umroh loh! Amiiinn!!! Dan semoga kuat nabung yang banyak! Biar mama juga bisa ikutan umroh! Amiin!!!!

Belajar yang rajin ya dek! Jadi orang gaul yang punya otak seorang ustadzah!!! Mba ma selalu mendoakanmu!! Mba ma sayang sama kamuuu!! uuuu nyuuuu <3

Saturday, 28 January 2012

(28/266) Astronout in the Moon 2


Kali ini ceritanya, si astronot sudah berada di bulan selama satu setengah tahun. Ia akhirnya bisa merasakan nikmatnya berjalan di bulan. Ia sudah menemukan pola berjalan yang benar. Ia bisa tertawa dengan makhluk yang dulu ia sebut alien itu.. Yang dulu ia anggap aneh dan menyebalkan, namun sekarang rasanya bahkan lebih dari teman.

Ada perbedaan yang sering menjadi permasalahan. Ada sikap yang kadang membuat hati dongkol. Namun tawa itu selalu lekat pada tiap perjumpaan hingga perbedaan bukanlah masalah, dan sikap pun tak jadi beban. Rasa ini sama rasanya saat ia masih di bumi dulu. Mungkin mereka sudah menjadi keluarga. Keluarga aneh dengan sifat-sifat yang berkebalikan.

Ah, kali ini aku akan bercerita singkat tentang seorang teman. Yang akhir-akhir ini nempel-nempel bareng (bahasanya -.-). Namanya, Ayu ato yang biasa disebut Kuyung :D/ ..Ciamis, 35 tahun, setengah cina, tinggi, cewek banget, gokil. Okeee cukuuuup! Nanti dia GR! haha. Dan yang kedua adalah Rida ato terkenal dengan nama Rideung.. Ciamis, 30 tahun, setengah lumba-lumba, cewek tapi ga pake banget, gokil. Okeee cukuuuuuup! Nanti dia GR lagi HAHA

Kalian itu, sumpah bikin perut sakit! Ketawa mulu!
Kalian itu, yang bikin aku suka pake kutek. Yang bikin aku membuka sedikit etalase pikiran dan memasukkan benda-benda yang disebut 'cewek' dalam kotak kaca penyimpanan sikap itu.

Kalian, adalah satu-satunya orang yang tahu tentang anak yang ada di foto 'itu' dan apa yang terjadi antara aku dan dia. HAHAHA sumpah deh, aku gak pernah nyebut nama itu bahkan ke temen deket aku di bumi.

Kalian itu.. 

AYO MARI KITA BIKIN LIST 'Kalian Itu' LEBIH PANJANG LAGI!!! AYO CEPETTT KITA LAKUIN HAL-HAL ANEH YANG BELOM PERNAH KITA LAKUIN DAN BAKAL KITA KENANG SEUMUR HIDUP karena itu adalah hal paling aneh yang pernah kita lakukan! haha .. apa hayoo?

Friday, 27 January 2012

(27/366) Astronout in the Moon


Aku bukan orang yang mudah beradaptasi. Aku butuh lebih dari sebulan, bahkan hampir setahun untuk bisa beradaptasi dengan lingkungan baru. Lihat saja waktu SMP dan SMA. Mana lah aku deket sama temen-temen pas di awalnya? Pasti kedekatan itu datang menyeruak saat-saat akhir menjelang perpisahan. Dan aku benci harus berpisah saat aku justru tengah menikmati kedekatan itu. Kalo dipikir, dalam hidup aku, kedekatan adalah awal menuju perpisahan. Meskipun bukan perpisahan secara literal. Tapi kan sama saja, ada bagian-bagian yang terpisah diantara aku dan kalian saat kita tak lagi sering bertatap muka. Saat kata-kata yang terlontar hanya seputar tanya kabar dan keadaan. 

Maka, sejak aku pertama masuk kuliah, aku mencoba untuk sok asik sama temen-temen, aku ngga mau jadinya kayak dulu.. aku bisa akrabnya pas akhir-akhir mau lulus. Tapi tau ga sih rasanya? Melawan kebiasaan, menyangkal perasaan, memaksakan sikap, mengubah diri sendiri menjadi sesuatu lain.. rasanya kayak berada dalam baju astronot yang sedang ada di bulan. Loncat-loncat gak jelas, dengan muka dan tubuh penuh penutup. Orang lain mungkin ngelihatnya asik banget, tapi taukah mungkin si astronot kesulitan bergerak, kesal karena setiap langkah jauh banget loncatannya, pengen bener-bener menginjak tanah tapi tetap saja dia berasa ngambang. Nggak bisa maksain kayak waktu di bumi, bebas pake sepatu apa aja.. jalan tetap penuh gairah. Nah ini, harus pake pakaian macam robot, jalannya ngga bener pula.

dan aku pun merasa asing..
melihat sekitar tak ada yang ku kenal.
lalu mulailah aku merasa kosong
banyak hal yang tiba-tiba hilang

Thursday, 26 January 2012

(26/366) Pengecut


Kenapa aku harus janji? Kalo akhirnya aku tahu akan aku ingkari?
Kenapa harus bilang rahasia? Kalo akhirnya dikasih tahu juga?
Kenapa pura-pura bilang bisa? Kalo sebenernya tahu bakal gak bisa?
Kenapa bilang mau? Kalo sebenernya di dalam hati bilang jangan?
Kenapaaaaaaaaaaaa harus berdusta??!!
Kenapaaaaaaaaaaaa harus pura-pura??!!
Kenapaaaaaaaaaaaa tak kau katakan saja yang sebenarnya?

Satu sisi manusia yang aku temukan dalam diriku, pengecut.
Ada manusia yang cenderung memilih menyakiti dirinya ketimbang harus menyakiti orang lain dengan sikapnya. Namun akhirnya malah menyakiti dua-duanya karena diri sendiri pun tak kuasa menerima sakit itu. 

Sakit karena mengingkari perasaan, dan menjadi lebih sakit karena tahu orang-orang itu tahu sudah kita ingkari sejak awal. Lalu bertambah sakit ketika penyesalan datang menyapa.

Pengecuutt! Jangaaaan pura-puraaa, jangan belaga berani padahal takutnya setengah mati! Boleh pura-pura berani kalo nantinya berani beneran, ini sudah sok berani tapi penakut juga ujungnya!

Pengecut! Aku benci!
R.A

Wednesday, 25 January 2012

(25/366) Memori

dan satu demi satu dalam hidup ini pun berubah.. sikap, kebiasaan, sudut pandang, perasaan, pikiran. apa yang ada di dalam sana, sebuah kotak memori berdebu yang tak kan pernah muncul lagi.


Untukku memori itu bagai ubur-ubur merah muda yang menari dibawah lautan. Tentakelnya menggelitik namun tak berani melampaui batas air dan udara. Cantik tapi tersembunyi. Menyengat kalau disentuh. Sakit memang, tapi selalu menyenangkan untuk dipegang. 


Namun banyak juga orang yang sampai mencari pedang paling tajam sedunia untuk menghancurkan kotak itu. Menenggelamkan ke dasar lautan paling dalam pun tak cukup.Harus dihancurkan! Dimusnahkan! dengan pedang! Datang ke Jepang mencuri sebuah samurai kuno di kuil Osaka. Tapi bukan itu katanya. Desas-desus bilang Damascus namanya. Tapi apalah daya Damascus juga tak mampu menghancurkan kotak memori itu. Masih menempel bekasnya di sela-sela perasaan akan masa kini, tersimpan utuh di sudut mata, membentuk tangisan kecil tiap hendak terlelap.



Meski memori yang tersisa hanyalah nama.
tanpa wujud yang nyata.. dan makna yang tak tau artinya apa
ia ingin semuanya musnah!


apalah daya, tapi nama itu hanya satu-satunya yang ia punya.. 
yang akan terus menghubungkan dia pada memori dan masa kini.


#p.s: aduh men, baru satu bulan aja susah ya nulis continously tiap hari gini :(

(24/366) Bahagia itu

bukan hanya ketawa-ketawa 
bahagia itu bukan cuma ketika dapet kejutan dari orang yang disuka
bahagia itu lebih dari jalan-jalan keluar negeri
bahagia itu nggak sekadar bebas dari masalah
bahagia itu kadang nggak sesederhana dapet es krim dari ayah
kadang bahagia itu ketika hidup penuh derita
tapi kita punya cara lain untuk memandangnya
dan hati yang percaya bahwa keajaiban itu ada

dan untukku.. bahagia itu hari ini, detik ini.
ketika paper semantics beres dikerjain :D

Monday, 23 January 2012

(23/366) A Trampoline

So, this world is like a land full of trampolines. You see people already have their own place. They jump everyday. With mouth open and sparkling eyes, seems like they have that fullest happiness. Most of them jump all day long like they will never stop. Reaching something far up there. Until they get what they want. If they already get what they want, they will jump to get another higher one. Once they jump and fall down, it makes them jump even higher. They call it as dream, desire, life, satisfaction. Everyday they're jumping and jumping until they get lost in the sky. Feeling cannot find the way back to the land. But it's okay, said them, I got lost with what I'm craving for.

And you are different. You don't interested in jumping like them. You just sit on your trampoline. You fold your knees. Sometimes, watching them jumping makes you smile. That happiness comes to you even just in a very small piece.  Keeping your desires fly above you. You, even don't wanna look up. Because what you want now is not hanging there. Don't care how high you jump, you never can reach it. You know it. Because to get what you want is to jump beside God.. your desire is rest there.

Sunday, 22 January 2012

(22/366) To my friend (eh)


Being strong is not about feeling no pain, it’s about feeling some and be okay with it, even when one doesn’t really have anything to rely on. Being strong is letting your friends heal you, opening yourself up, having a scar and not be ashamed of it, knowing why every good thing comes to an end—cause the bad ones always do too. Strong people weep when they really have to, they know they have limits but that doesn’t stop them to always try to find their real edge. To be strong is not that hard, just get up each time you break down, see the good in every bad, feel some pain—but don’t let it consume you.
Resistance to pain is not strength, it’s plain numbness. 
taken from: Nunu 

Hey friend, who feel out of the blue, who feel sad and ignored, who feel no one cares about you, who feel pain of school stuffs, many people are bothering you, and a jealousy comes when you see your friends with their dad and yourself is don't have any. The one who feel like a lion but actually just a little kitty with no mum. The one who smiles and laughs as if nothing broken inside.. padahal. The one with a lot of ideas. The one who surrounded by many interesting people but still feel alone. Here is the thing..  don't let anyone ever make you feel like you don't deserve what you want. Go for it! (Patrick Verona) 

I know it is not that easy. Having a feeling strong with some feeling pain and feeling okay with, is nothing cool. I know. It's a hard feeling you should deal with.  Giving a semangat word is wasteful. You want someone you can lean on, that you need now maybe. I may not the one. Then, tell me how can I help you to make you move on? 

(21/366) Dear God


Dear God,
God, I really miss You. I miss the way I miss You more than anyone else in this world. I miss the way I waste the time just to pray to You. I miss the time when I cry in my sholat. Moreover, I miss the time when I cry in every word I pray. I miss the time when You the only dzat I think about. I miss the time when I feel so close to You. I really want to miss You the most. I really want You the only thing I think about. Even just a day.

God.
Like, I'm envious of my own feeling.
When I fall in love with someone. Why does he always in my mind in every single day? Why do I can't really miss You like I miss him? Why does he always so interesting to think about more than You? .. I'm not sure that he thinks of me too. But You. Even I don't call your name, You always here besides me.

God, instead of thinking him, I want to think of You. He is pain.. but, even pain, I can't deny that he's still my favorite. Ah!

God.
What I feel right now is, I hate him (but not really, eh). He always stick in my mind. I can even think about You.

(20/366) When fear interfere my life

So here is the thing.
I have a friend who is sooo funny. He has a lot of fears. Haha. He afraid of small animal, he afraid of rain, he afraid of dust, he afraid of narrow place, he afraid of dark, he afraid of load sound, he afraid of bad score, he afraids of anything cheap.. and many more

I never imagine I can run a life like him (SOMBONG --"). I'm not afraid of small animal as long as it doesn't touch my skin. I like rain, because it's fantastic. I like anything cheap, hell! It saves my life! But, not this point I wanna say.

What do you feel when you afraid of something? Moreover that something is many-thing? You are easy to feel uneasy. Those fears are around you. I hope he can live well hehe. I know it must be soo uncomfortable (soktau) but that's what I feel when there are many fears around me.

Thus, in this LDR with family, in this life when I should manage it all by myself, I try not to afraid of anything. Okay, except God. I try to be afraid of God.. but but I'm not that good.

Because, having fear can limit my movement! I become uncomfortable. I feel uneasy.. and in the end, I'm not happy. Not happy is not my purpose of life. Okaay rismoo!! Be brave! Defeat your fear! And shine! ;D <--NOT THAT EASY, BUT when I think I'm afraid of something, my brain lie to my heart and say 'I'm not afraid' and sometimes my heart believe it, so I can be brave :) karena emang deh aku sebenernya penakut T_T

(19/366) A Wish Box

Welcome to Today's WishBox.
You can write your wish and put it in our box.
That what's written on a pink box on my table

Hell, no. Where is my wish box?
All wish-papers are scattered all over my room.

I have no window and fan, so it cannot be flew by the wind.
I only have a door that's only me who can open.

I have no sister or brother that may cause this mess.
No mum and dad either.

I don't have any habit of sleep-walking so it cannot be me.
Then where is my wishbox?

Does it mean I cannot put my wish from now on? Hell! I have a lot of wishes!
Shit! I know! It must be Reality who did this! I hate her!
She makes my wishes died, and me, after this.
aaaaaaaaaarrrgg. I'm gonna die!

.. and I see a paper under my door..
I wish I ..you can make a wish or you can make it happen!.. could make it happen. It is NOW

(18/366) A Principle

As we may know, every individual hold different principles. Those principles influence how that person see the world. Sometimes I wonder why, there is a person who can to be strong and cannot cry even inside is broken apart. There also a person who think that IP-4 is a success thus she studies harder than other people and deny hanging out in leisure time (I guess she kills the time by doing assignments and a bit sleeping). A girl who doesn't want to have a relationship until she finds a boy who is very very good-looking. A boy who thinks that people with slower thinking is stupid. And many others. (haha contohnya geje) 

I wonder why there is a person who can hold her/his principle thigh and doesn't want to change it even they are surrounded by something that against their principles. Like, they've made a great barrier between themselves and people. I appreciate people like them so much. They are more than sexy (apasih).

As I said above, their principles influence how themselves are going to perceived by society. But in some other ways, they don't care about it. They still going on holding their principles. I wanna be like them. Holding one principle and never loose like forever. I wanna have something that I hold something that I believe something principle. I know, I'm kinda susceptible people. I can lose my concentration even in the very beginning when I start to concentrate. That's why, I never see the world as a complete fragment, there is always something else missing.

Thursday, 19 January 2012

(17/366) Aku tulus, bukan bodoh

Teman, ada satu yang ingin aku tanyakan,
tentang hal yang membuatku bingung
apa beda ketulusan dan kebodohan?
aku merasa bodoh saat aku mau aja disuruh bantuin bikin prakarya adik dan merasa sangat bodoh saat dimarahi gara-gara bikinan aku blepotan semua.

aku merasa bodoh saat aku mau aja disuruh ngebantu mama masak dan merasa sangat bodoh saat si mama bilang, aduh kamu ngeganggu!

aku merasa bodoh saat aku mau aja disuruh nggak tidur semalaman buat ngerjain movie singkat yang mungkin ngga bernilai apa-apa untuk yang ngeliat
dan merasa sangat bodoh saat dimarahi siangnya gara-gara hasil kerjaan ngga bener.

itu aku ngerjainnya ngga main-main,
aku ngga asal-asalan, aku sungguh-sungguh
dan kalau saja hasilnya ngga sesuai harapan
aku minta maaf..

aku benci sama orang yang marah-marah atas apa yang aku perbuat saat aku ingin membantu mereka.. maaf, tapi aku bukan ingin mengacaukan. 
well, mungkin memang aku bodoh yang pura-pura pintar, selama ini.

(16/366) Awalan

dan ketika apa yang aku lihat untuk pertama begitu mengesankan.. seperti sebuah janji yang terselubung, menawarkan kekecewaan sebagai ujung.
dan aku entah tanpa alasan selalu saja tertarik untuk menikmati awal itu. 

When you look with your eyes
Everything seems nice
But if you look twice
you can see it's all lies (Lily Allen)

Sunday, 15 January 2012

(15/366) Sebelum UAS

Dalam waktu kurang dari dua minggu, dengan tiga tim yang berbeda dan tiga hal yang sangat tidak sama, akan beradu syahdu dalam rentetan ujian akhir semester ini. 

Untuk hidup, kita dituntut untuk melakukan banyak hal. Bukan kadang lagi kalau antara satu dan yang lainnya saling bertubrukan. Membuat otak dipaksa untuk bekerja lebih cepat dalam waktu yang terdesak. Begitu banyak pilihan yang muncul dan diikuti konsekuensinya masing-masing. Bikin pusing. Pilihan-pilihan itu tak ada yang sempurna! Selalu saja ada yang kurang. Tak ada yang bisa dipilih, tapi harus menentukan pilihan!!

Belum lagi ketika muncul tugas baru, rasanya ingin mengumpat sekencang-kencangnya. Tai. Yang ini belum selesai, harus diselesaikan sekarang.. dan tugas lain pun iri untuk diperlakukan sama. Masih bisa diatasi kalau tugas-tugas UAS ini ditanggung sendiri, nah kalau tugas kelompok?! Dengan kelompok yang ngga sama, dan orang-orang yang sifatnya berbalik arah dengan diri sendiri.. aduh! kalau ngebunuh orang itu halal dan aku ngga takut sama darah.. pasti aku bunuh tuh mereka (KEJAM!)

Well, kenalkan saya Rismonsterr dari sekolah keguruan internasional (yang akan) ternama di Jakarta (not many people know about it).. sekarang ada di semester tiga. Saya sedang pusing akan tugas-tugas kuliah. Ada tujuh mata kuliah dan semua mengeluarkan projek sebagai ujian akhirnya. Baiklah ini dia..

1. Semantics and Lexicology: Mini research paper about language analysis
2. Humanistic Study: Mini research paper about identity, minority, and religion
3. Technology in the Language Learning: Designing web 2.0 for students
4. Language Teaching Methodology: Microteaching
5. Use English in Teaching: Microteaching
6. Principles of Effective Teaching and Assessment: Microteaching
7. Environmental Education: Social environment project and exhibition (haiyaa.. desinging lesson plan for Villa Botani Bogor's program have't done yet) 

Atas nama IP dan nama baik orang tua, kadang persetan sama orang yang bilang IP ngga penting.. men, itu amanah orang tua guee!!!!

Saturday, 14 January 2012

(14/366) Hidup Bukanlah Pilihan

Orang bilang hidup adalah pilihan, dengan tangan masing-masing sebagai pengendali. Orang bilang hidup sudah digariskan, oleh Tuhan penguasa bumi..
Kalau hidup ternyata sudah ditentukan, buat apa ada pilihan?
Kalau ternyata kebahagiaan itu jauh adanya, buat apa dipaksa mendekat

Semesta tidak pernah ramah ketika aku inginkan pilihan
Ia beri sahabat pendusta kala aku belajar percaya
Ia beri aku rumah penuh amarah kala aku belajar kasih sayang
Sengaja membiarkan kesakithatian merasuki
Menambahkan kepedihan yang semakin membunuh

Semesta menyebut ini kesabaran,
Sabar atas cinta yang tak pernah kudapat?
Atas hujatan sekitar tentang anak yang tak punya ayah?
dan ibu yang tiap malam pergi dengan pakaian seksi
Lalu, buat apa aku ada? kalau hanya ada dalam bayang-bayang
Apa maumu begitu teriakku
Namun sayang,
semesta tak pernah menjawab, meninggalkan aku yang selalu bertanya
akan hidup, pilihan, dan.. cinta!!

(13/366) Words in The Mind

 
Words in the Mind: An introduction to mental lexicon -Jean Aitchison

As it stated in this book, it deals with words. How do human store the words and take a reference each of it. For instance, when I say 'car' there is a picture of car in your mind.. I remember what my lecture said, until now on, no scientist could find where the stock of words in our mind is. In linguistic field, it is called mental lexicon.. our dictionary inside our brain. Have you ever think how many words that exist in your mind? How can you memorize it all since you were a baby?

Mental lexicon is like a shelf of book. You were born in an empty shelf.. then you got those words from people around you. Have you ever imagine how brilliant you are when you were a baby? You born with nothing, don't have any knowledge, don't understand what people are saying, don't know anything.. but then you imitate people, saying 'mama' but you don't understand that mama is a mother. 

And now, your shelf is getting bigger and fuller. You cannot count how many words you have. Many shelves are cornered and finally gone with the wind, but some other ways, it's come back again. No one knows.

Basically, I don't know what I am going to write. I'm in the middle of UAS hectic days. I have to make a mini research paper for semantic. I have to read 'Words in Mind' by Aitchison. It's a cool booooook!! And, yeah, I'm going to explode.. haiyaa..

Anyway, I thank to my mama and papa.. who give me words and its reference, & who help me to compile my shelves. It's amazing! and until I can understand English like this, special thanks to Pak Budi ;D

Friday, 13 January 2012

(12/366) Humanistic Class, God, and People

When I was still a child, I wonder how God looks like.  I though God has five different forms. His genuine form is Allah and transform to Jesus for Christian, Wisnu for Hindu, and so on. Until I got my own knowledge that God is one, Allah SWT. ‘The other God’ that exists in this world is just a fake. People take the wrong concept of God. Many people around me said that if until they die they don’t change their God to Allah, they definitely will go to the hell. Of course not all Muslim will go to heaven too, but at least, the chance is bigger. After that, I never ask about God anymore. I do what Muslim people should do, sholat, fasting, and give zakat.

However, when I go to Humanistic class, the concept of God is on the air. Both the lecturer and my friends were discussing about God. Sometimes they were debating and arguing against each other. I remember what my lecturer said, we cannot see God, maybe he doesn’t even exist, maybe it’s just people who make it, maybe our prophet were lying. Yes we cannot see God, but for me, something that we cannot see doesn’t mean it does not exist. I believe that God exists, that God is Allah. 

However, by joining Humanistic class I realize that I live in this world not only for my religion. As an individual who live among different people, we should respect them also. Many of them have different religion with me and we should respect them. For me, as long as they don’t annoy me by disfiguring my religion I will respect them. Even though we have different faith that doesn’t mean they are bad. There are still many things we can learn from them. I remember what my mother said that I should not take care to make people out there to believe in Islam. Let the God handle the right and the wrong things about Himself, we are Muslim and we are right. I should be a good person even with people who have different faith from me.

I like the discussion about God in Humanistic class and the problems among people. Even still there are many problems that arose. It opens my eyes wider that we cannot solve the religion problem in this world. It’s something that only death can solve it. Regardless of that, in a small society such as family and friends, we should keep respecting each other. At least, we can keep surround us in peace. 

Overall, I got many things to learn in Humanistic Class. It makes me want to go deeper my religious because my knowledge is so limited. For the next Humanistic class, I think that we only focus on one thing, religion or minority. It’s because there are still many things that haven’t been discussed in the class. There are still many things I want to know how to deal with minority and those ethnic groups, such as saman and so on. What happen with them and what can I do for them, the lecturer didn’t give much time to do discussion. 

For the conclusion, infinity exists because of the limitations. And limitations, it is implanted by God in the human brain. From that humans will never know where the limits of this universe. Something finite certainly would not be able to measure something that is not unlimited (Abu Nawas)


Harismaning Aulia
2010120023 | Section C | January, 2012 

ini essay yang lebih mirip refleksi, sebagai tugas Humanistic Study yang bikin galau itu di kalangan mahasiswa SSE 2010, dibuat jam setengah tujuh yang harus dikirim semenit sebelum jam kuliah dimulai yaitu jam 8. Essay ini yang bikin gue telat 10 menit dan akibatnya gue ga dapet absensi. Ah, gue sih ga nyalahin tugas ini, tapi aarrrrg gue gagal jadi professional procastinator! kurang profesional ini kok sampai bikin telat!... haiyaa.. Ohya, tambahan, essay ini dibuat dengan kondisi kurang tidur, mata bengkak, dan pundak yang rasanya udah miring sebelah. Bangun gelagepan dan langsung nyalain laptop eh solat subuh dulu deng. Ga pake di crosscheck langsung kirim! Aduh, manisnya kehidupan semester tiga!! Tiap waktu bikin essay, tugas kelompok di masing-masing matkul yang anggota kelompoknya beda-beda dan kadang-kadang disubmit assignmentnya di hari yang sama! Ke perpus buat ngerjain ini, abis itu ke ICT lab, balik lagi ke perpus, turun ke ruang 3, balik lagi ke ICT lab. Manis nian.  Assignments emang bikin jiwa raga melayang. Semoga IP yang masih di alam sana baik-baik aja pas nanti turun ke bumi, ya Allah

Thursday, 12 January 2012

(11/366) Takut?


perasaan ini sama kaya lagi mau tampil di depan banyak orang.
takut, nervous, deg-deg-an banget, shaking in every single part of my body. dan ga bisa bicara..

ada yang menghalangi langkah, namun hati terus bicara untuk jangan berhenti.. tapi otak ini terlalu mendominasi. aku benci

Tuhan,
beri aku keberanian
aku takut,

bukan! karena ini bukan sesuatu yang harus di takutkan
hanya saja.. aku ngga berani

Tuesday, 10 January 2012

(10/366) Just For Fun? Palm Reading


Di kelas lagi ngetrend "palm reading" yang dipopulerkan oleh saudari Weni Mardi. Haha. Yang cuma bisa ngelihat tiga garis; life line, heart line, and head line.  Yang bikin heboh sebagian besar penjuru kelas minta diramal-ramal. Yang aku pun ikutan hebring minta diramalin.. dan hasilnya:

hidup aku dulunya bercabang, yang sempat membuat aku berpikir aku ini transgender HAHA yang sekarang udah taubat.. aku seharusnya pintar mengelola keuangan tapi pada akhirnya masih aja ada sebagian uang yang "hilang" gatau kemana. Jodoh aku ketemunya nanti, di pekerjaan. Wah kata temen-temen ketemunya di sekolah pas tar nanti jadi guru --" kata si weni malah tukang kebun sekolah! aigoo. Pertanda harus mengubur cita-cita jadi istri dokter nih. Siapin liang dan tanahnya ah, terus kasih pita diatasnya. Selamat jalan cita-citaku! Semoga tenang di alam sana. hiks hiks *tabur bunga

Dan waktu smp apa sma, ada satu orang yang seharusnya disebut "jodoh" tapi kok aku ga ngerasa ada ya padahal garisnya lumayan panjang, aduh siapa pangeran kodok yang aku sia-siakan itu. Kalau saja itu, sebutlah yayan atau zulfi atau frury, berarti terima kasih Tuhaann! aku beruntung. eh tunggu..

kata si weni.. anaknya yang malah ga ngerasa aku ada! sialan!

Aku orangnya ga ramah karena kalau telapak tangan aku dilipat, garis-garis itu terlihat dalam. Aih, da emang aku ga ramah nya

Ah, jadi pengen bisa ngebaca garis tangan!.. ternyata ga cuma tiga garis itu aja. Ada juga garis venus yang di aku ngga ada.. itu tandanya aku bukan orang yang fluktuatif dan tempramen! Asik!
Kayanya kalo ditinjau lagi, hmm ada beberapa hasil yang beda. Pengen bisa ngebaca bener deh! Jadi bisa tau potensi dan aktualisasi diri!

Ayo kenalin dirisendiri lewat garis tangan!!! Apa arti jempolmu yang gendut, bentuk jarimu yang kayak cacing gepeng, dan benang-benang ruwet yang tersembunyi dalam cetakan tanganmu! Apa artinya?

coba cek: http://onlinepalmreadings.com/palm-reading

Monday, 9 January 2012

(9/366) Pukul Enam Pagi

hari ini gerimis datang
bersama langkah kakimu yang terdengar
dan getaran suaramu yang menyapu angan pagiku

sejenak aku merasa, aku pulang
bermanja riang bersama angin dan hujan
dan kepingan ingatan masa itu

ketika kau hanya sebuah bayangan
rindu ini terasa kian nyata
akan sebuah perasaan yang ingin merdeka
lalu aku berucap mantra bukan sekadar doa tanpa makna
dalam iringan bulir hujan yang tak henti menyapa
dan angin sejuk yang terus menggoda

kepada alam raya dan seisinya
ijinkan aku luruh bersamamu
menjadi angin dan hujan
menari hingga matahari datang
memasukki ruang-ruang hati yang hampa
dan mengecupkan rinduku disana

Sunday, 8 January 2012

(8/366) Untuk Mama 2

Untuk mama yang paling baik sedunia
Aku minta maaf telah melukaimu.
Aku akan jadi dewasa untukmu
Aku akan jadi anak sholeha untukmu
Ijinkanlah aku persembahkan baktiku padamu
Aku akan menjadi anak yang paling kau banggakan
Aku akan membuktikan bahwa keyakinamu itu benar, 
Aku adalah anak hebat yang kuat, bersemangat, dan sukses dalam menggapai cita-citanya.


Mungkin kita berjanji—diucapkan atau sekadar pada diri sendiri—akan membelikannya rumah megah, mobil mewah, atau memberangkatkannya naik haji. Tapi kapankah akan terjadi?
"Entahlah, tidak ada yang tahu. Sementara ibu kita terus menyayangi dan mencintai kita dengan luar biasa, meski dengan cara-cara sederhana. Kita? Entahlah. Barangkali takdir kedua kita sebagai anak adalah (mengaku) mencintai ibu kita, dengan pembuktian-pembuktian yang selalu tertunda.


Tidak. Ini bukan pembuktian yang tertunda. Karena aku percaya aku bisa. Karena aku percaya doa mama, pasti dikabulkan oleh Dzat yang Maha Agung di atas sana. 


Untuk mama
Apa jadinya kalau aku dulu tidak dititipkan padamu oleh-Nya? 
Tidak tahu, mungkin aku tak bisa seberuntung ini menjadi anakmu. 
Limpahan kasih sayang tiada ujung. Cinta yang tak terhitung. Doa yang tak terbendung.


Untuk mama
Terima kasih, atas segala yang kau berikan padaku. Atas segala sakit hati yang selalu kau maafkan. Atas segala pengorbanan yang selalu ada. Atas perjuangan, kasih sayang, cinta, dan doamu untukku.


Ya Allah lindungilah perempuan suci ini. Berikan dia kekuatan dan kesabaran menjadi ibuku, ibu adik-adikku. Limpahkanlah rezeki dan kasih sayang-Mu padanya. Taruhlah ia dalam lingkaran rahmat-Mu selalu. Berikan ia umur panjang.. dan bukakanlah pintu sorga untuknya.
Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT.


Untuk mama
Terima kasih

Saturday, 7 January 2012

(7/366) Untuk Mama 1

Apa jadinya kalau aku dulu tidak dititipkan padamu oleh-Nya?
Aku yang bandel
yang lebih memilih menapaki kerikil
daripada jalan halus tak berpasir
Aku yang selalu membuatmu khawatir
karena sering menghilang,
pergi ga bilang-bilang.
Aku yang selalu menuntut, tapi ga pernah nurut
Aku yang sering mengacaukan harimu
Membuatmu menangis disudut
Mengadu dalam sendu
 
Kenapa harus anak ini Ya Allah
Kenapa tak kau berikan saja anak manis penurut
Hingga aku tak perlu keluar disore hari karena teriakan ibu-ibu
“Bu wahyuu, rismaa tukaran maneh iki lho. Njambak anaké wong”
Tak habis aku meminta untuk menjadikan anakku ini anak yang soleha,
semoga kau tak bosan Ya Allah

Mungkin itu yang kau ucap tiap aku melihatmu dalam balutan mukena sehabis sholat.

Dulu aku juga bertanya-tanya,
kenapa harus dia yang jadi ibuku Ya Allah?
yang selalu marah tiap hari
yang tak bosan meneriakiku setiap pagi
yang selalu menyeretku masuk tiap jam sembilan malam
yang tak berhenti mengoceh tentang apa yang seharusnya tidak aku lakukan

Seperti kata Fahd Jibran dkk dalam Apologi untuk Sebuah Nama … seburuk apapun kau memperlakukannya, Ibu akan tetap bangun pagi untuk sembahyang: mendoakan segala yang terbaik untukmu. Lalu memasak—menyiapkan sarapan untukmu. Kemudian mencuci, menyetrika pakaianmu, melepasmu pergi dengan senyuman dan lambaian, mencemaskanmu, menunggumu pulang, menceritakan semua prestasimu pada teman-teman dan tetangganya, merawatmu ketika sakit, atau dengan lugu meminta maaf: “Maaf barangkali Ibu belum bisa membahagiakanmu.”

Untuk mama yang paling sabar sedunia

Aku tak tahu apakah kata maaf masih berlaku untuk sembilan belas tahun aku ada padamu..  dan untuk tahun-tahun selanjutnya yang mungkin aku masih mengecewakanmu.

Maafkan aku.

Friday, 6 January 2012

(6/366) Ksatria

Katakan padaku, tentang kasih yang kau tahu
tentang adikmu yang selalu mengadu
tentang ayahmu yang engkau rindukan disetiap waktu
tentang ibumu yang tak pernah lagi meninabobokanmu seperti engkau kecil dulu

Katakan padaku, tentang hidup yang kau tahu.
tentang impian yang belum terwujud
tentang harapan yang tak pernah pupus
tentang usaha yang kadang berkobar kadang padam

Katakan padaku, tentang cinta yang kau tahu
tentang hati yang tak dapat kau genggam
tentang rasa yang tak terjabarkan, bahagia bukan kepalang, bagai berada di mulut surga yang menganga
juga tentang jiwa yang merasa ditinggalkan, bersama kekecewaan dan pengkhianatan yang mesra menyapa disetiap perjumpaan

Katakan padaku, tentang dunia yang kau tahu
ketika kasih, hidup, dan cinta menjadi satu
ketika kau sangat menginginkan ayahmu, dan ibumu yang kini makin jarang memelukmu
ketika harapan yang tersisa hanya sebatang korek yang menyala dan terus kau perjuangkan
ketika kau sadar hanya kau sendiri yang berdiri di jalan ini 
ketika seseorang disana membawa setengah hatimu tanpa ia sadari dan kau tak kuasa memintanya kembali

akankah kau berbalik dan pergi? dari dunia yang kau tahu?

kumohon tunggu dulu,
aku ingin kau bercerita padaku..
tentang kasih yang mendalami otakmu
tentang hidup yang mengaliri jiwamu
tentang cinta yang pernah meninggalkan hatimu

ceritakan padaku tentang arti senyummu
dan kontradiksi dalam hatimu
tentang kuatmu yang palsu
tentang ketakutanmu akan orang-orang yang menipu
berjanji untuk terus disisimu,
lalu meninggalkanmu

Wahai Ksatria, aku tidak berjanji kelak untuk berada terus disisimu (padahal sekarang juga kau tak mengenalku) karena mungkin suatu saat aku akan jadi orang-orang itu.. 

aku ingin kau bercerita padaku, karena aku ingin kau tahu, saat ini, ketika kau mengadu pada Tuhanmu, ada seseorang yang ikut berdoa bersamamu. mendoakanmu. bahwa hidup ini tak akan berakhir pilu untukmu, bahwa kau tak perlu berpindah tempat untuk menemukan setengah hatimu. bahwa kau tak harus pergi ke tempat yang jauh dari siapapun, mencari hidup kembali dan memulainya lagi.. karena dari hidup yang aku tahu, semua orang menyayangimu. setidaknya ada aku, yang ikut berdoa bersamamu.

Wahai, Ksatria! keluarlah kau dari persembunyianmu
dan ceritakan padaku!

karena aku mengagumi sosokmu dalam hidup yang kau anggap abu-abu

Thursday, 5 January 2012

(5/366) Lima Detik Aku

Aku tidak pernah berencana jatuh hati padamu dan aku benci harus mengakui itu. Aku tidak akan membuat cerita cinta disini. Karena kamu pun belum menemukan penamu untuk menulis dibukuku.  Aku ingin jatuh cinta. Aku ingin menulis tentang cinta. Aku ingin menulis kamu.

Aku benci harus tersingkirkan dari kerumunan orang-orang yang sedang bercerita cinta. Aku benci disangka pembohong ketika dipaksa bercerita cinta. Aku tidak mengada-ada. Aku tidak pernah duduk dengan lilin dimeja dan seorang ‘kamu’ ada didepanku. Aku tidak pernah berjalan dan menggenggam tanganmu. Aku tidak pernah berceloteh hal-hal absurd di telepon tengah malam dengan makhluk sejenis ‘kamu’. Aku tidak pernah diingatkan solat, makan, mandi kecuali oleh mama atau papa. Tak ada yang membelai rambutku kecuali mama, itu pun ketika aku punya kutu.

Maka aku putuskan sejak hari ini aku adalah orang yang sedang jatuh cinta. Pada siapa? Siapa lagi kalau bukan kamu. Makhluk dinamis yang suka bergerak kesana-kemari.

Aku jatuh cinta dalam lima detik kau menatapku. Aku jatuh cinta dalam lima detik kau ber’hai’dari kejauhan. Aku jatuh cinta dalam lima detik kau memanggil namaku. Aku jatuh cinta dalam lima detik kau berkata ‘ngerti nggak?’ Aku jatuh cinta dalam lima detik kau menepuk pundakku. Aku jatuh cinta dalam lima detik kau tersenyum. Aku jatuh cinta memandangi matamu, dalam lima detik. Setiap hari.

Dan kamu bukan mama atau papa. Kamu adalah orang lain yang aku pun tidak kenal. Kamu adalah lengkungan bulu mata yang mampu membuat jantung ini mempompa sepuluh kali lebih cepat bahkan dari ketika aku berlari marathon. Dug-dug-dug tak karuan. Ajaib rasanya jatuh cinta padamu. Tanpa aku sadari, aku berjumpa ‘lima detik’ itu. Setiap hari

Mencintaimu itu seperti membaca buku. Tak sabar menunggu untuk membaca halaman selanjutnya. Seperti buku dimana akulah pembaca setiamu. Mengikuti gerak-gerikmu, membaca makna pikiranmu, dan hati ini akan berirama disetiap kata yang terbaca.

Namun, mencintaimu itu menjaga hal yang tersirat tetap tersirat dan tak akan pernah menjadi sesuatu yang tersurat. Kau takkan pernah tahu aku. Karena kau selalu yang terbaca. Kau yang tersurat. Aku yang tersirat dan tak terlihat.
R.A

Wednesday, 4 January 2012

(4/366) A Story From 2011

2011 was already came to its end. Look what I have done, well maybe not much as yours but mungkin yang harus kamu bandingkan bukanlah kamu dengan orang lain, tapi kamu dan dirimu yang kemarin.

January: At Sampoerna School of Education, I enjoyed all the learning process. We are prepared to be a high quality teacher. Pokoknya seru banget deh di SSE itu!!! For example exhibition of Educational Psychology in final exam with Smart Cave group. It was outstanding. This month was also my first time to write an academic essay. Yeah, still in a mess. I confused my lecturer overtime about my writing because it's unstructured and hard to understand. I got 81.
Smart Cave in Educational Psychology Final Exam

 Arie and me, explaining about motivation

February: I remembered my first UAS and my first IP. It was something I needed to brag out, maybe, tee-he. I got 3.8. Well, you think it was easy because I don't go to famous university as yours but Sampoerna School of Education is not something you can underestimate. By all the process that I got, I felt the atmosphere that someday my campus will be bigger and bigger than yours ;)

We, Gona-Andli-Coe-Abang-Martan-Desri-Sopi-and-Me, went to Dufan H-1 before GPA announcement. Like, a luck charm or somewhat, we screamed about it all at Niagara-gara and tomorrow we got what we wish, a marvelous IP ;)

March: After going back to hometown, I got a new class with I-class a.k.a Section D. I should be thankful to God, because I got new "jeung-jeung" alias upit and azki. Hahaha. They were fun. They like gossip and me too.

April: Not much I could remember. Since my habit to write anything happen on mobile phone calendar have to stop (because my mobile phone were moved to someone hand, alias dicolong) I lost all the memories which I have collected. Then, to survive, I bought a new mobile phone. But, I couldn't write much here. No mp3. No camera. Monochrome. Just messaging, calling, and radio (also bounce and snake game). So classic! I couldn't do many things.

I wrote an essay about education as a requirement for Bahasa Indonesia midtest. I should send that essay to newspaper and the one whom the essay was published got an additional mark. My lecturer said my essay was very good. But unluckily, I sent to wrong email and I knew it two weeks later. The issue was already outdated. So If I wanted to resend I should wait into right moment when education issue become trending topic.

May: We moved to a new campus building at Mulia Business Park! Like, you got a bigger campus but you should walk farther. It's difficult to find a room to be rented, because 1) Expensive 2) Full. Thanks God, I could find a room that soooo comfortable with a nice "ibukos" (For me, a nice "ibukos" means typically ibukos who love to share FOOD!)

I got my first job here. I became a private teacher. It felt good because I could earn my own money. I wanted to buy a DSLR camera! In this month, I know Ivan. He was my classmate. Like, we became a friend. Ivan, putra, andik, ika, jejep, and I went to Mekarsari to swim. It was a nice moment, but some months later I didn’t think so some of us wanted to remember this. No, I mean  not all wanted to remember him.

June: In Bahasa Indonesia class, I like literature circle session the most. My friends and I shared our feeling after read Bumi Manusia. I also wrote a curhat journal about what I felt, my opinion, and response about Bumi Manusia. Besides that, Pa Hatim as the lecturer asked to do free writing about anything based on certain topic. I like writing and I like Bahasa Indonesia class! There was a session when my friends and I were asked to design a wedding of Minke and Annelis. One of us got a role of each characters in Bumi Manusia and made a speech for Minke and Annelis’s wedding. I became DARSAM! Hahaha. I had to wear what Darsam wore in the book. I brought a golok and spoke as if I was a Maduraness.

In this month, the wall between Sopi and me started to crack. I made it worst. I could not even say sorry. She was also annoying maybe more than me and she didn’t try to make it better and so did I. She often complain before looking at herself before. I mean, you also did the same thing and I didn’t mad at you but why did you mad at me when I did that?! She became upset and I loved to tease her and she became more upset. I was happy HAHHA like an evil. 

July: Holiday was around the corner! Two months holiday! But I had to stay for about a month because I had to teach my private student. July was a hectic month. I had to edit and edit again my proposal RM. I had to make a mini research of LAD. I made it about a night before the dateline and you know I got 94! HAHAHAHA cool! In this month, ein-rida-and-me often stayed at campus until 9pm and came to third floor (to the pantry) and asked for some food to eat. HAHAHA luckily SSE have a nice OB! We often ate freely and it was delicious food!

August: I had to spend my ten days fasting day in Jakarta. I was very lucky person who have a super nice ibukos. Everyday I joined with her family to break fasting together! HAHAHA. But I only have time for about ten minutes including sholat maghrib when I had to teach. At 11 august, I went home with father and grandma. They were also in Jakarta! Hahaaaa lucky me!

September: 8 September I went back to Jakarta. I brought a friend named Mona from Tuban. Okay as always, I spent about 16 hours sitting in the bus! No more going back by bus!!!!!!!! Sopi also brought her junior to stay together. Yeah, I had to share a room with two people and it limited each of us movement. Okay, I had to act as an alien in their world. Minority was the one who had to be blamed! It was me I though!

October: Wow! Shoping like crazy. I didn’t think about money. As if I had a lot of money. I bought many things for school experience! HAAAAAAAAAA it was so many! I spend lots of money! I bought many unessecary things! I bought aaaaa why did I do this?

November: Can we skip this month? The month that I hate because I didn’t have money at this month.

Desember: ALRIGHT! This month was awesome! Full of joy, happiness, and love. I found myself here. Feels like never been better like this. I knew many people. Those people knew me also. Happy. Even no money. Because I was surrounded by many interesting people

Early Desember, there was DICE (Difable Children Empowerment). SA Group 5 hold an event for disable children. We went to YPAC Jakarta. There were workshop with habibie afsyah and continued by festival in the next day. The festival was GREAT!!!! FABULOUS! I was thankful to God because I belonged to this group. There were Kak Yosea, Kak Anais and Kak Najib which were so cool.



Without them, particularly Kak Yosea, there were no Leo Afi, no much communites over Jakarta that supported us, no habibe afsyah, and not many cool people support us. Hehe. I know I was  nothing there. I just made a poster and couldn’t search many people to join (I was a publication section, so essentially I should made a publication to many people). But thank you so much SA Group 5, you gave me many things to learn. You guys shows that something we do from heart will produce something big that we never ever imagine before. It was the sweeetest moment of this year!

---
Update from 2012: I come back with Sofi agaaaain!! Yaaaaaaayy! Never been happy like this!!! For about four months having a 'war'. Haha. I was the devil actually. Yeah. Bad momo!! Don't do it again!

Tuesday, 3 January 2012

(3/366) Alkisah Sang Pengingat

Ada seorang anak kecil yang biasa dipanggil Sang Pengingat. Dia tinggal di sebuah gubuk di atas gunung. Bersama dua belas teman lainnya ia bermain dan kadang menjelajah hutan. Sang Pengingat mampu mengingat hal-hal kecil tentang seseorang. Ia hafal tanggal lahir setiap orang di pemukiman tempat ia tinggal. Apa yang disukai dan dibenci kedua belas temannya ia tahu diluar kepala. Bahkan kebiasan orang-orang disekitarnya pun ia ingat dengan sendirinya.

Suatu hari salah satu temannya, Si Cantik, berulang tahun yang kedua belas. Sang Pengingat ingin membuat kejutan untuk Si Cantik. Ia pun bangun subuh-subuh. Bahkan ia tak mau kedahuluan matahari untuk mengucap selamat ulang tahun pada Si Cantik. Dengan hati-hati, ia membuka pintu gubuknya dan berlari menuju gubuk teman-temannya yang lain. Lewat jendela kecil, ia membangunkan mereka.

Satu persatu teman-temannya pun bangun. Dengan dibalut udara yang masih dingin, mereka berkumpul dipinggir jendela gubuk Si Cantik. Sang Pengingat ingat betul Si Cantik suka membuka jendela gubuknya setelat h bangun tidur. Ketika matahari mulai mengeluarkan sinarnya malu-malu, anak-anak itu tertawa kecil. Sebentar lagi Si Cantik bangun, begitu kata Sang Pengingat. Mereka tak sabar untuk mengucapkan selamat ulang tahun padanya.
 

Benar saja, tak lama kemudian, terdengar suara jendela hendak dibuka. Anak-anak semakin menundukkan badannya agar tidak terlihat oleh Si Cantik. Jendela kecil diatas mereka mulai terbuka pelan-pelan. Suara tawa kemudian terganti oleh gumaman kecil menyuruh satu-sama lain agar jangan berisik. Ketika jendela sudah terbuka lebar, satu.. dua.. tiga.. Sang Pengingat berdiri sambil bersorak "Selamat Ulang Tahun, Cantik!" Kemudian diikuti tepukan dari kesebelasS teman yang lain. Mereka semua menyanyikan selamat ulang tahun untuk Si Cantik.

Si Cantik bahagia bukan kepalang. Ia lantas berlari keluar dan memeluk teman-temannya. Dua belas kali sudah ritual ini dilakukan, tak berkurang sedikit pun kebahagiaan Si Cantik ketika mendapati teman-temannya bersorak di depan jendela.

Hal yang sama terjadi ketika ibu Sang Pengingat berulang tahun. Pagi-pagi buta, benar-benar buta, sebelum ibu bangun, ia membangunkan seluruh keluarganya. Menyeret adiknya yang paling kecil untuk segera menuju kamar ibu. Si adik tak juga mau bangun. Susah memang untuk membangunkan adik. Masih dua jam lagi untuk bangun seperti biasanya. Namun, ketika Sang Pengingat membisikkan "Hei, ini ulang tahun ibu, tidakkah kau ingat? Ayo kita beri kejutan" si adik pun langsung melek. Mereka langsung berkumpul di depan ibu. Memandangi ibu yang sedang masih terlelap. 

Sebentar lagi ibu akan meregangkan tangan, kata Sang Pengingat. Lalu setelah menguap, biasanya ibu akan membuka matanya. Saat itulah kita bersorak selamat ulang tahun padanya, ya. Sang Pengingat memang tak pernah salah mengingat, ia selalu tepat. Selang beberapa menit, sang ibu meregangkan tangan, senyum di wajah kedua adiknya tak dapat ditahan. Ibu menguap dan membuka mata secara perlahan. Si kecil langsung memeluk sang ibu sambil diiringi nyanyian selamat ulang tahun dari yang lain. Ibu tertawa bahagia, ikutan bernyanyi kemudian, dan mengucapkan terima kasih banyak sekali.


Tak satupun ada ulang tahun yang lewat tanpa diberi kejutan. Nyanyian dan tawa bahagia selalu muncul di kali pertama mereka membuka mata. Dengan Sang Pengingat berdiri disana. 

Kini Sang Pengingat sudah tua. Ia hanya mampu berjalan dengan kursi roda yang dibelikan cucunya dikota. Ia mulai pikun. Yang ia ingat hanya satu hal. Bukan tentang Si Cantik dan kesebelas temannya. Bukan tentang ibu, ayah, dan adiknya. Ibu dan Ayah telah lama pergi. Teman-temannya merantau dan tak kembali. Begitu pula dengan nyanyian itu, sudah tidak ada! Lenyap termakan waktu. Tertelan sunyi dalam memori yang membeku.

Ternyata selama ini ada satu hari yang hilang. Hari yang seharusnya ada sorak-sorai kebahagiaan. Hari yang penuh kejutan. Hari yang ditunggu tapi tak juga datang. Hari yang dinanti oleh seseorang. Yang masih ia ingat sampai sekarang.

Itulah hari ulang tahunnya.

Monday, 2 January 2012

(2/366) Dunia Hitam Abu-Abu

Lama tak mendengar rintik hujan di luar sana. Apa kabarmu hujan? Tanah merindukanmu. Lama tak melihat kerlip di atas sana. Apa kabarmu bintang? Langit malam memimpikanmu. Purnama juga tak pernah muncul, kemana kalian menghilang? Matahari tak juga mau menyinari ketika langit berwarna putih. Aku berlari mencari kemana langit berujung. Berharap menemukan kalian yang malu bersembunyi. Namun, sepanjang jalan ini yang ada hanya gedung-gedung tinggi. Aku muak dengan bayangan-bayangannya yang bahkan aku tak bisa melihat bayanganku sendiri. Bangunan-bangunan ini seperti langit, begitu aku berpikir. Seberapa jauh aku berlari, tak dapat kutemukan ujungnya. 

Aku tak mau berhenti berlari hingga aku menemukan kalian. Meski tak ada orang yang menemaniku berlari di jalanan. Semua orang meringkuk di dalam mobil-mobilnya. Seperti barikade semut yang berjalan, entah mungkin merayap, tidak jelas, mereka lambat sekali dan bahkan tidak berjalan sama sekali. Jalanan ini juga sepi, yang ada hanya lampu dan papan reklame. Orang-orang yang ada dalam papan reklame tak pernah berhenti bergerak. Mereka tidak pernah kembung mengulang-ulang meminum jus dalam wadah botol segilima itu. Aku tidak ingin kerlip ini. Aku ingin kerlip diatas sana. Aku rindu bintang dan purnama.


Aku tak peduli gemerlap malam jalanan ini. Bagiku, gedung-gedung itu telah membentuk spektrum warna baru, hitam dan abu-abu. Dunia ini kehilangan warna. Tak ada lagi hijau di tepian jalan. Tak ada lagi merah bunga mawar. Tak ada lagi coklat tanah tempat hujan bersembunyi. Tak ada lagi kerlip bintang. Dan aku berhenti berlari. 


RA

Sunday, 1 January 2012

(1/366) Sembilan Belas

Aku tahu siapapun tak akan bisa menahan waktu. Dia berputar tanpa ada yang mempu menghalangi. Menabrak semua yang tersudut di tepi. Meninggalkan siapa yang masih ingin terlelap dalam sunyi.. dan terus berputar.

Aku terdiam. Melihat bola waktu dari kejauhan. Berteriak pun tak mempu membuatnya berbalik. Berlari pun sudah habis asaku. Lorong ini gelap dan sepi. Oh waktu, aku masih tertinggal disini. Sendiri.

Kau ambil serta ragaku melaju bersamamu. Namun "aku" masih disini, dibelakangmu! Terjebak dalam memori. Pada sikap dan sifat terdahulu. Bukan! Memang disanalah "aku". Hidup dan tertawa. Pada tingkah yang kau anggap jenaka.

Untuk angka sembilan belas yang unik namun cukup mengusik. Untuk hidup terus yang mengikuti seharusnya. Untuk orang-orang yang mulutnya selalu berkotek. Untuk hari ini, untuk sang waktu, dan untuk aku.

Seharusnya, sembilan belas itu..
Orang-orang bilang..
Bukan aku.

R.A
19 tahun.

Pilot

Mulai hari ini, 1 Januari 2012, gue bakal ngejalanin projek 366 days ini! :D
Gue akan nulis setiap harinya disini sampe ntar 2012 nyampe ujungnya..

GO ROCKK!!!
Powered by Blogger.

Popular Posts