Friday, 24 February 2012

(55/366) Just Believe

.. never to late to believe in dream
even if you don't know how to make it happen
even if you think somewhat impossible
even if it is far far away.
Just believe,
and it will comes true.
..


tapi 'Just believe' itu sounds bullshit kalau ngga pernah mau apa-apa, ngga pernah coba apa-apa, ngga usaha, ngga move on.. 'Just believe' itu susah emang kalau maunya cuma diam dan percaya begitu saja. Kalau mau bisa percaya impianmu tercapai, meski dirasa kenyataan yang ada jauh adanya.. make a move, dan kepercayaan itu datang dengan sendirinya.








P.S
(*0*// Ngomong sama diri sendiri

Thursday, 23 February 2012

(54/366) Home

To be at home is to sleep in my nice bed, to be ugly and no one care, to laugh with sisters, to eat mom's food, to have a daddy-daughter time, to get mom's and dad's and sister's care, to play with kids around my house, to ikutan-ngegosip-bareng-ibu-ibu, to wear my old clothes, to read comics, to learn how to play keyboard and guitar, to drive dad's car, to be an ojek for sisters and mom, to listen parent's anger, to listen sister's complaint, to watch TV, to be able to have wisata kuliner everyday (maksudnya manggilin abang-abang jualan yg lewat depan rumah, yg lewat rumah tetangga, yg ada di pojokan jalan, yang dimana-mana deh).

Actually, Home is not just when mom, dad, and sisters are there. For me, Home is the atmosphere and the feeling of pleasure to be yourself. No matter how freak you are, people around you will still love you. And Home is here. When I can be the most 'me' as I 
could possibly be. 

(Bedroom, 0:42 - Tuban, East Java)

Wednesday, 22 February 2012

(53/366) A Bucket of Crap

I bet all of you ever experienced this. When you have to run but no more energy on you. When you have no option but you are asked to chose. When the show must go on and you feel not ready. When today is a math exam day but you don't study. It's the same like this, when I have to write but inspiration won't come. All that you want to say is "Oh God!  I can't through this! I can't!" What will you do? "I don't know what to do" people say that too.

The time keeps running. Don't care what you will do. Don't care if you run out your energy. Don't care if you are shaking in front of everybody. Don't care if you don't study. Life still continue as if it was never stop. Force you to follow it. Sometimes, you just let it flow. You don't care too of what will happen. You just chose whatever. Make a choice with no noise. The important thing is you can go through all of these.

And here I am, try to put out everything inside my mind. When my mind = empty. Firstly, I think I can't write because I don't know what I should write. Then, I force my hands to tap on this keyboard.. and viola! Finally I write something. So, when you think you can't believe me you are wrong. Even if you produce a bucket of crap, the point is you can produce something. It's good rather than you do nothing.

Tuesday, 21 February 2012

(52/366) People who Cannot be Ugly

I believe we surely have different viewpoint on how we see others. As people, sometimes we try furiously to impress each others. For me there are four kinds of people who cannot be ugly.. Never ever be ugly and leave good impression to me. These people are always bright in my eyes. Haha
  1. The ones who have a good thinking
  2. The ones who can play music
  3. The ones who can write
  4. Shinichi ;) <-- He is the most perfect creature on earth!!!! Teehee ;))))
Since I have my own opinion about ugly people, of course I don't wanna be ugly in front of people. I learn how to play music.. I learn how to have good thinking.. and I learn how to write. Music, thinking, and writing are seem easy to do. Yes, maybe you can play guitar, maybe you can write good sentences. But, the ones who can leave inspiration is not that easy. I play guitar but no one inspired. I speak and no one listen. I write and I hope you like it. ehehee. I wanna learn how to speak inspiration, through thinking, music, and writing. Now, I'm working on it! One of them is this blog. Haha. Yeah, someday I wish I could speak inspiration. *o*)//

Monday, 20 February 2012

(51/366) A Little Bird's Wish

I feel like a little bird among the eagles. To be frank, you make me afraid. Somehow I think, better I pretend to be an eagle rather than to be a little bird cause they will leave me if they know I'm just a little bird. So, when I'm afraid, I hide behind the leaves. If I brave enough to play with them, I go out and be an eagle. Because to be leaved is the scariest thing on earth. But, to be something not you is lonely. And lonely is scary too.


It doesn't matter I am true or wrong. It doesn't matter how the things will going on.. or how those eagles make me feel. I don't care about they think. As long as I can gather all the courage, to just show up my courage. I wish I could be brave. To be the little bird that the eagle can accept, as their friend.

Sunday, 19 February 2012

(50/366) 7 Golongan

Aku tunjukkan padamu rahasia besar yang selama ini terbentang hanya lima centi dari telingamu. Maksudku, mungkin kau pernah dengar, tapi entah kenapa kau abaikan. Atau mungkin kau lupa. Nah, aku bantu ingatkan kau kembali.

Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA., Rasulullah SAW bersabda:

"Ada 7 golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya, yaitu:
  1. Pemimpin yang adil
  2. Pemuda yang menyibukkan diri kepada Rabb-Nya
  3. Seorang yang hatinya selalu terikat pada masjid
  4. Dua orang yang saling mencintai karena Allah SWT, berkumpul dan berpisah karena Allah pula
  5. Seorang lelaki yang diajak zina oleh wanita kaya dan cantik tapi ia menolaknya seraya berkata "Aku takut pada Allah"
  6. Seorang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya tidak tahu apa yang diinfaqkan tangan kanannya
  7. Seorang yang berdzikir kepada Alah dikala sendiri hingga kedua matanya basah karena menangis"
(Shahih Bukhari, Hadist No.620)
(Sumber: Majalah Nurul Hayat)


"Masuk golongan keberapakah kamu? Kalau jujur sih, aku juga belum termasuk golongan manapun. Masih tak ingat aku pada hal-hal seperti itu. Ku tutup telingaku, begitu juga mataku. Ku tali tanganku dan kuberi beton pada kakiku. Biar berat. Sengaja aku."  Begitulah, kata salah satu makhluk yang terjaga dalam jiwa ini.

Oh, aku juga tak tahu sebenarnya ada berapa makhluk yang ada. Aku, si penulis, makhluk yang berbeda lagi. Aku makhluk kecil yang bersembunyi dibalik bilik hatinya. Musuh utama makhluk tadi. Nah, bicara soal keimanan. Aku percaya Tuhan. Aku tahu islam. Tapi aku tak bisa sendiri menjalankan apa yang aku tahu. Aku butuh tubuh besar yang membentuk jiwa ini, untuk menjalankan apa yang Dia mau. Sering aku suruh dia mengambil wudhu, kubuat hatinya penuh rasa tidak tenang ketika ia tak kunjung juga beranjak sholat. Kuingatkan dia pada kitab suci yang berdiri tegak di meja belajarnya. Ku banjiri dia rasa rindu untuk membaca ayat-ayat suci di dalamnya. Kubisiki dia tentang dosa, neraka, siksa, pahala, dan surga. Kadang dia bisa merasakanku. Pernah sampai menangis ia waktu berdoa. Persis seperti golongan ketujuh. Tapi itu hanya sepersekian kali.

Tak pandai aku mengingatkan dia. Sering dia lupa. Dan bermain-main dengan makhluk nomor satu yang berbicara di awal tadi. Sulit aku tembus bagian hatinya yang lain. Tebaaal sekalii. Ampuun DJ. Tak jarang pula, makhluk tadi menghalangi. Membuatku pusing. Semoga dibacanya rahasia ini,  ditaruhnya bukan lagi lima centi, tapi tepat didepan telinganya. Dan Allah lah hal pertama yang ia ingat sebelum hal-hal lain. Dan sehingga nanti terjagalah ia saat tak ada naungan lagi yang tersedia selain naungan-Nya.

Saturday, 18 February 2012

(49/366) BAKAR AKU HINGGA MEMBARA!

Bakarlah aku dengan kata-katamu, hingga hati ini meledak melesat menuju angkasa yang kau maksud. Bakarlah aku dengan cerita-ceritamu, hingga dada ini tertekan untuk merasakan hal yang serupa. Bakarlah aku dengan pengalamanmu, hingga mata ini membuka lebar selebar-lebarnya tentang dunia yang tersembunyi dan pasir yang ku injak. Bakarlah aku hingga inginku berlari terus berlari dan tak berhenti. Bakarlah aku hingga aku beranjak dari tempat ini! Tempat yang hanya ada orang-orang yang kutahu!

Bakarlah aku hingga aku bisa meloncati dinding batu di depanku ini. Bakarlah aku hingga aku bisa merobohkan benteng ketakukan yang selama ini bersemayam di balik kepala! Bakar aku hingga rantai beton terlepas dari kedua kaki tangan! Bakar aku hingga aku berani maju. Bakarlah aku dengan semangatmu. Mengobarkan api juang yang kau sulut. BAKAR AKU HINGGA MEMBARA!  

"kalau Anda berkutat dengan kekhawatiran soal keamanan dalam traveling, maka Anda tidak akan kemana-mana. Masuklah kekamar Anda, kunci pintu kamar, tidur manis di kasur empuk Anda, dan Anda akan aman" Ariyanto (via WTVRBCPR) 

---
TAHUN INI HARUS BISA BACKPACKING, DAN BELI KAMERA NIKON D3100! HARUS
---
Eh Mba Dee, sepertinya aku tersulut apimu, aih

Friday, 17 February 2012

(48/366) Semu

Kita itu unik dan menarik. Berbeda dan nyaris tak ada yang menyerupai. Hidungmu, hidungku, mataku, matamu, otakmu, otakku. Katakan memang, kita itu berbeda. Tak ada yang sama. Dan masing-masing kita menyimpan berjuta potensi besar untuk menjadi apapun yang kita inginkan.    Namun, sayang, tak semua sadar. Beberapa diantara kita inginkan kesamaan. Mereka bilang, aku harus sama. Sama seperti apa? Seperti mereka yang lain. Lalu, mulailah mereka mengubah diri. Memoles sana-sini. Berusaha sekuat hati. Untuk menjadi sama. Hidungku, hidungmu, mataku, matamu, tubuhku, tubuhmu.. harus sama. Hingga perlahan perbedaan itu memudar. Sama! Aku dan kamu sama. Kita sudah tidak unik lagi. Masing-masing saling menyerupai. Dan dunia ini sudah tidak menarik lagi. Tak ada warna-warni. Yang tertinggal hanya satu rupa, dalam duka yang kita kenal sebagai semu.

Thursday, 16 February 2012

(47/366) .. itu Sederhana

Orang bilang, bahagia itu sederhana. Memang. Cukup nggak remidi pas ulangan, meski nilai pas-pasan. Bahagia itu, siapa sangka melihat gebetan jauh disebrang meski yang kelihatan cuma pipinya doang. Buat mahasiswa, bahagia itu, dapet nilai A padahal semalem gak belajar. Dan nggak perlu naik mobil mewah buat ke sekolah, cukup dapet bus yang jago ngebut di menit-menit terakhir sebelum gerbang ditutup biar ga telat. Nggak perlu craving for attention to make you happy. Bahagia itu ketika kita ikhlas memberi, menerima dan menyukuri karunia hari ini. Sebahagia saya hari ini, mendapat sebuah pesan singkat yang bertuliskan 'ya' pada kata ketiganya. Hanya karena 'ya'.

Dan ternyata, bukan bahagia saja yang sederhana.  Sedih juga, kecewa juga, sakit hati juga.
Mereka semua datang dengan cara yang sederhana. Kadang hanya dengan tatapan mata. Masuk menusuk kalbu, menghujam jantung hingga ia berdetak kencang, membuat tetesan di sudut pelupuk, dan tak kuasa mengaliri pipi yang sebelumnya bersemu merah jambu. Sesedih saya hari ini, karena perspektif diri sendiri tentang arti nada bicaramu yang tiba-tiba tanpa intonasi dan wajah ovalmu yang tanpa ekspresi.

Wednesday, 15 February 2012

(46/366) Sebait Malam

Hari ini sudah hampir berakhir. Malam kian matang menyajikan bulan di angkasa. Berjuta pasang mata terpejam. Mimpi-mimpi menabur cakram dalam semu ingatan yang nanti akan terlupakan saat malam memudar. Doa-doa berpilin, menyatu, melesat menuju langit ke tujuh. Ada yang minta perlindungan saat terlelap, ada yang minta nilai IP sempurna empat, ada yang mengadu sampe pecah tangis untuk kesembuhan, ada yang minta agar hari esok dilancarkan, ada yang cuma mengucap syukur kalo-kalo besok bisa bangun. Tapi itu tak lebih dari sebagian. Yang lain sudah langsung tertidur, tanpa basa-basi, mengucap permisi pada Tuhan penguasa semesta ini. Dan sebagian lagi masih terjaga, di depan tenda, di depan rumah, di dalam kamar, di depan laptop, di depan tugas-tugas kuliah.. dimana saja, mereka masih membuka mata. Bekerja, berusaha, meratapi nasib, dan sekadar tak bisa tidur. Terjaga dan terus terjaga hingga malam usai.

Tuesday, 14 February 2012

(45/366) Menciptakan Kenangan

Kita memang tak bisa menggenggam waktu. Ia mengabur berlalu tak berbekas. Eh, tunggu dulu. Siapa bilang waktu tak berbekas? Ia justru meninggalkan jejak pada setiap gerak-geriknya. Jejak itu yang kita sebut ingatan. Sekelumit gambar yang mengawang pada pikiran. Sayang, kitanya saja yang tak pernah bisa menampung itu semua. Jejak itu hilang seiring datangnya ingatan-ingatan yang baru. Namun ternyata ada beberapa yang masih tertinggal. Jejak-jejak yang tak bisa keluar, bahkan kuat menancap di relung hati paling dasar. Jejak itu  mengandung emosi, bikin sakit hati, bercampur bersama tawa, dan pokoknya ada banyak rasa berbeda disetiap jejak yang membekas. Jejak-jejak ini bukan hanya sekadar ingatan, karena ia ada bukan karena cuma untuk diingat.. ia membawa hati turut serta, ia bahkan punya nama yang manis terdengar.. kenangan.


Menciptakan kenangan bukan suatu yang mudah. Kadang ia datang cuma setahun sekali, tergantung keadaan dan kondisi. Tapi kita bisa menciptakan kenangan dengan cara sederhana. Adalah senyum dan ketawa-tawa bersama orang-orang disekitar kita. Ambil kamera, dan abadikan! Mau tunggu apa lagi?! Kau tak pernah sadar apa yang kau lalui. Kau juga kadang lupa apa yang pernah terjadi. Dengan foto, kau bisa mengulang kembali. Rasa itu, tawa itu, canda itu, seakan berpayung pada seluruh atmosfer ..masa itu


Ini kenanganku hari ini .. :D





Monday, 13 February 2012

(44/366) Pesan

Kak, maaf kemarin aku membuka kotak coklat yang tersimpan diatas meja belajarmu. Aku tak punya cara lagi untuk mencarimu. Kau menghilang sebulan yang lalu. Meninggalkan meja favoritmu hingga berdebu. Hafal aku isi kamar tidurmu. Tahu aku semua foto yang terselip di lembaran buku bacaanmu. Ada seorang gadis disana. Serupa dengan apa yang kulihat didalam kotak coklatmu itu.


Kak, maaf aku tak bisa menahan mataku yang bandel ini untuk membaca sebuah surat atau cerita atau apalah namanya yang tersimpan rapi di dalam kotak itu. Namanya, Rian. Cinta pertamamu. Yang membuat pelangi diantara hari-hari kelabumu. Yang cerewet. Yang manja. Yang pintar. Yang jago masak. Yang ngga pernah lepas dari kacamata hitam dan kepang kuda. Semuanya kau sebut. Mungkin tak ada satupun ada yang luput. Kau bercerita sejak awal kalian bertemu. Hingga luka diam-diam menyayat dalam. Pada perpisahan yang sudah kau tebak kapan. Sebegitu sakitnya kah, kak, dikhianati? Sebegitu perihnya kah, kak, ditinggal pergi? Sebegitu hancurnya kah, kak, tak diingat kembali? Namun masih saja kamu kak, mengingatnya. Mau saja kamu kak, menyimpan tentangnya. Dan seluruh rasa yang dulu bergelora.


Cinta kah itu namanya, kak? Cintakah kamu padanya, kak?
Kakak bercerita tentangnya seolah-olah tak ada yang lain yang pantas dicintai. Seolah-olah hanya dia yang sanggup memberikan cinta, kak. Seolah-seolah, bahagia itu cuma ada satu sumber, Rian. Seolah-olah ia terbuat dari warna-warni alam. 


Empat belas tahun aku menjadi adikmu, dan selama itu kah aku tak pernah tau apa-apa tentangmu. Jarang kau memanggilku dengan sebutan sayang. Susah ya kak, panggil aku adikku sayang? Begitu bencinya kah kau kak, pada ayah yang dulu menghilang dan ibu yang pulang tanpa kabar. Hingga kau hanya mengejar orang-orang yang memang mencintaimu. Namun kemana kau sekarang. Seperti yang kau tulis, Rian tak ada lagi untukmu kak.


Aku juga ingin, kak. Merasakan cinta. 
Tak tahu aku rasanya kak. Tak pernah aku kak. Bahkan darimu, dari ibu, dan laki-laki yang kita sebut ayah itu.


Tapi kak, kalau kau berpikir tak ada lagi yang mencintaimu. Dungu kau kak. Bodoh kau kak. Aku masih disini. Memberikan seluruh cinta, hati, dan segenap rasa rindu yang terbalut dalam doá yang berpilin tiap malam gelap menutup mata. Pulanglah kak.. dan peluk aku.

Sunday, 12 February 2012

(43/366) Heloo, where am I from?

Have you ever feel you are from another place of this world? You belong to another creature. Not human. There are people call you freak, but for you it's normal. There are many things human can't understand you. Have you ever feel different from others? Like you feel you are not most people are. Because if yes, I feel it too.


My mum said since I was kid, I often did something freak. Like, walking on the stoned-road rather than the smooth one. I brought compass, loop, rope, and so on to school rather than books (OMG, I remember my mum angry to me because I only had one note book). I don't care how I look in front of people when other girls do. I can't act like other 19-year-old people. I don't intend to have a boyfriend. For me, why should I have a boyfriend when my family and friends are more than enough to make me happy everyday? BUT I AM STRAIGHT YA! I LIKE BOYS. I have crush too. However, I am suck at giving affection to people (yes, gue orangnya cuek abes). What else? Oyeah, I forget everything almost instantly. I am suck at remember things! And the most important point is everything that stuck in my hand will end broken.


Do you know be-yourself term? Do you agree with that? If yes, I wanna ask you.. why do you bother about people personality whereas they already become themselves?.. just because it doesn't fit you criteria? Oh, I forget, you are human. 


Human tend to concern to them-self. Like, they need help but won't help back, they won't get bad judgmental, but they judge others like shit. They like to say 'why don't you just be yourself? be normal'. Then, are being yourself is being normal? Define normal! Heeeeeeeeeey, what in our mind might be different from others'. Understand each other dong! Ah, I forget again. You are human. They wanna be understood but don't wanna understand others.


Well, I am not human maybe. I come from another undiscovered part of this earth. I'm different. I'm not like what most people are. 

Saturday, 11 February 2012

(42/366) Ada Benci

Ada benci yang tanpa permisi masuk, mengamati setiap sudut, 
dan tidur dalam senyap jiwa yang terkubur. 
Ada benci yang menyeruak keluar, tak terlihat tapi terasa kuat, 
dan menggerogoti setiap asa yang ingin mendekat. 
Ingin rasa mencengkeram hati, agar ia berhenti membara. 
Agar merahnya cepat padam. Dan putihnya cepat hilang.
Tapi sayang panasnya hati bikin nggak tahan.
Tangan ini serasa mengelupas, seiring berlalunya ingatan pada masa yang kini menjadi titik kobar.
Membakar kebahagiaan! Menghanguskan canda tawa!
Lenyap sudah getaran yang dulu menjadi hiasan kalbu.
Menjadi abu!


Ada benci pada satu nama. Yang dulu indah adanya.

Friday, 10 February 2012

(41/366) Tuhan dalam Malam

Aku percaya Tuhan ada. Karena dia yang tak terlihat dengan segenap energi dan kuasa-Nya telah menunjukkan sendiri, bahwa dirinya ada. Bukan dari mukjizat yang besar, bukan seperti apa yang Nabi pernah rasakan. Bukan juga tentang seorang malaikat yang datang. Tapi dengan cara sederhana bagaimana Ia membangunkanku untuk sholat.

Aku orang yang malas. Aku pendusta dan suka ingkar janji. Tuhan tahu itu, tapi ia tak marah. Tak apa katanya. Aku sering berjanji pada Tuhan untuk segera sholat. Tapi entah, semua organ tubuhku merayu dan menggoda untuk berkata jangan. Seperti semua hal terasa menyenangkan ketika kau hendak pergi sholat. Hingga kau malas beranjak dan tanpa terasa waktu sudah lewat. Aku sang pendusta. Bilang sholat, tapi akhirnya tidak. Tuhan tahu itu. Tak apa katanya.

Aku bilang pada-Nya pada suatu malam. Tuhan, aku mohon aku ngantuk, aku ingin tidur dulu. Nanti aku akan sholat, lima belas menit lagi. Janji apa yang aku berikan?! Bisa apa aku pada kantuk yang menyerang?! Lima belas menit berubah menjadi seharian. Aku tidak jadi sholat. Aku berdusta pada Tuhan.

Bukan yang pertama aku begitu. Sering malah mungkin hampir tiap malam. Aku malu. Aku merasa hina. Tapi apakah rasa itu terasa, ketika kau tidak melihat Tuhan secara nyata? Begitu juga aku, malu dan hina datang merasuk, dalam sedetik waktu yang menusuk. Selebihnya, biasa saja. Lupa aku pada malu, tak kenal aku pada hina.

Maka, aku beranikan diri untuk tetap meminta. Agar Tuhan mau membangunkanku, dengan cara apapun agar aku terbangun. Dan melaksanakan sholat yang tertinggal, karena aku tak kuasa mengejar kantuk yang terus membayang.

Tuhan Maha Baik. Ia mengabulkan apa yang aku minta. Ia bangunkan aku dalam lima belas menit itu, dengan membuka kupingku akan nada-nada pada alarm yang mengganggu. Ia buat aku kehausan di tengah aku menikmati mimpi dalam tidurku. Ia penuhkan kantung kemihku, hingga aku tak kuasa menahan rasa ingin kencing diantara damai malamku. Sering pula tanpa alasan aku terbangun, lalu Tuhan menancapkan sebuah memori yang memenuhi kepalaku pertama saat aku terbangun. Hai, Risma. Kamu belum sholat isya.

Kalau kepala ini sedang tidak berbatu. Kalau hati ini sedang tidak tertutup debu. Kalau diri ini tak bebal. Aku melaksanakan kewajiban itu. Tapi kadang hati ini penuh debu, kepala ini berbatu, dan bebal. Ah! Dasar manusia! Kataku pada seorang yang bernama Risma itu.

Tuhan yang Maha Baik, tak pernah ia mengumpat dibalik singgasana megah-Nya. Tak pernah ia kesal pada makhluk-makhluk yang mendustai-Nya. Tersenyum Ia. Melihat kita, berkutat pada dunia. Tuhan tahu semua. Tak apa, katanya. Tunggu saja.

***
Jakarta, @kamarkos, 3.15 am.
ditulis dengan penuh malu sehabis ngompol dikasur, setelah sebelumnya dibangunkan kehausan dan tertidur lagi. Tuhaaan! Terima kasihhhh!!!
(eh percayalah ini kali pertama aku ngompol, setelah enam tahun lamanya aku tak ngompol --")

(40/366) Euphoria

I don't know who pull the triger
You don't pull the triger
and I don't either
But, this bullet have gotten
Deep down into my heart
as the time goes hard

Do you know how it feel
when you feel something unreal
Something you can't capture
the picture of what you are thinking

Do you know how it feel
when the smile suddenly arise
in the morning breeze
and when you realize
it's on some hollow days

And you ask
And you seek
And you think..

The longer you think
the crazier you become
The longer you feel
The more you don't understand

Dear stranger,
Maybe it's not you
Who take control behind the desk
Maybe it's not you
Who responsible of all this mess
But, I don't know who to blame
You are the only one appear
When I tell about this feeling of
..euphoria

(39/366) Alasan

Aku kesal aku bebal
Aku tak pernah benar
Aku terumpat
dan sering jadi masalah

Aku jijik pada diri sendiri
yang pura-pura baik
Aku benci pada diri sendiri
yang suka pura-pura mengerti
Padahal, aku sama sekali tak mengerti apa yang kau katakan
Aku tidak mengerti semua
Aku bebal

Tunggu.
Bukan itu, aku rasa
Sebenarnya, aku memang tak pernah mendengarkan
Dari awal aku memang tak memasukkan ke otak apa yang kau katakan

Bagaimana bisa aku paham apa yang kau maksud ketika aku sendiri sibuk memperhatikan wajahmu yang berkerut?
Bagaimana bisa aku menangkap apa yang kau ucap ketika aku sendiri sibuk mengamati tanganmu yang tak berhenti berderap?
Bagaimana bisa aku mengerti apa yang kau katakan ketika aku sendiri sibuk mencermati suara yang kau keluarkan?

Aku datang bukan karena aku ingin terlibat
Aku hadir bukan karena aku ingin ikut mikir
Aku ikut bukan karena aku ingin berpendapat
Aku bergabung bukan karena ingin tahu

Aku datang hadir ikut duduk disampingmu
karena kau, titik.

--> terlebih saat-saat belajar matematika / fisika. ampun DJ! kayak, ini kepala memantulkan semua penjelasan dan rumus-rumus amanjing itu

(38/366) Nona Kertas

Nona, nona berambut ikal
Kemana kau selama ini
Mengapa tak kau datang lagi
Melihatku bermain gitar

Nona, nona kau adalah waktuku
Yang melambat dan membeku
Pada segenap asa tanpa noda nestapa

Nona, nona kau adalah buku
kau mengajariku
Tentang orang yang kau sebut ibu
Tentang rumah yang terdengar asing
dan sekumpulan makhluk yang kau namai teman
Tentang arti ketulusan
dan makna dibalik pengorbanan

Nona, nona ayolah datang lagi
Aku menunggumu
Dalam samar-samar suara binatang malam
dan hamparan kertas yang pernah kau berikan

Nona, nona lagu ini untukmu
Akan kudendangkan semalaman penuh
Hingga aku bisa lagi bertemu

Nona, nona yang tak kutahu namanya
Jika besok kau datang, aku pasti akan menyapa
Kutanya nama hingga hangat malam menerpa
Dan akan kuberitakan pada alam raya
Tentang kita berdua..

(37/366) Mr. Melody

Today I run (again) to school
Hello, lemme introduce myself first.
I am Rie, a trouble-maker.

This is a hundred times or even more, I come late.
Blame the tie! I can't find it in over my room.
I can't enter the school if I don't wear it!
Blame the school! that create such a troublesome rules!

I run under the sun
It gets hotter and hotter
Makes my sweat become a juice
Not like other days, the longer I run the darker I see
I don't know what happen
I'll try to go to a doctor but I always forget

Brak!
Arg! I think I bumped something
Oh man, a school boy
Sorry I said
No respons

I am really sorry, I don't see you there
I tried my best to apologize,
but it seems he won't give any respons
So, I run

Next morning
I see the boy again
Standing next to the gate of a brigde
In the same place as yesterday

I find him everyday since that day
No move
No smile
No words
Like a picture
of old time

Or maybe in the night
of a same place
playing his guitar
with a song I don't know
no smile
no words
just a song

That place become my favorite since
I admit he plays like an angel
The melody can fit right into the empty space in your heart
I like killing my time by listening him playing guitar
Like a fully strange stranger,
I am the only listener
No problem
Sometimes I bring my homework together
And I go home after I finish it
And have a sweat dream afterwards

I try to ask some questions
but no words come from him
just a song like I said
So I never ask again

I know him without name
Without sense of being friend
Just a pure stanger
In middle of time

But I like how my days went
Everytime I listened to his song

I give him a paper of my thought
Hope we can speak through

It comes when the night become brighter
My paper turns into a melody
He make it as a song

Like a diary,
in a separated piece
I write to him day by day
About school, home, and my so-called 'life' who never absent to get angry by all people around me

Funny when you listen to a song of your life
When the melody seems magical
And everything become memorable

I don't care about any noise
But, now I have to make a choice
Of life and all of this
My mum takes me to a doctor
My dad brings me to a hospital
I am sad. I cannot listen to him
Maybe forever

If tomorrow I don't have time to come to him once more
Please tell him, I am Rie. A trouble maker

Sunday, 5 February 2012

(36/366) Dengarkan aku,

aku akan menceritakanmu sebuah rahasia
tentang apa saja yang kau mau,
kau ingin tahu mengapa bumi begitu luas?
mengapa air laut tak pernah kering?

kau ingin tau mengapa malam gelap dan siang terang?
mengapa pelangi datang tiba-tiba?
mengapa ayam dan merak punya sayap tapi tak bisa terbang?
dan burung yang lebih suka terbang daripada berjalan?

akan kuceritakan kau tentang awal mula manusia bicara

akan kukatakan mengapa kita bisa benjol sehabis kejedot
atau tentang alien, kisah-kisah misterius, dan semua dongeng sebelum tidur
dari seluruh penjuru dunia..

aku tahu itu semua,
aku tahu rahasia dibalik jutaan bintang malam
alasan mengapa kau bisa langsung menangis saat hatimu terluka
aku tahu rahasia dibalik kematian sekalipun
aku tahu semua hal,
karena akulah sang penjaga rahasia

datanglah ke sekolah,
aku ada disana.. 
dibalik nama seorang guru
aku akan memberikanmu sebuah rahasia tentang hidup ini,
dan aku menyebutnya ilmu.

Saturday, 4 February 2012

(35/366) (haven't decide the tittle yet)

Like when you wish for something, and when you have it, you wish for another one. Again and again.Like you play with the feeling. Ask it to come but when it comes, you ask it to go.

And it was about you that I saw last night. I think I should remind you of what you've said to me that karma's exist. You don't want to get hurt, but there are lots people get hurt because of you. So, it was the time when you get it back. It was last night.

This night seems so cold. The rain falls hard in the middle of 7 o'clock. I don't bring my coat and don't have any gloves to warm my palms. So, here I am. Trapped inside a mini market.With a can of coke and a bar of ice-cream. I feel like after this I am going to explode. It's impossible to get out from this mini market, I will die frozen and I bet no one can identify me. So I decide to wait until the rain stops. I walk around the shelves and pretend to buy something beside coke and ice cream.

Then, Gosh! What is this? The heartbeat suddenly comes! I saw a boy with a black hoodie in front of the cashier. I know him! Just for you information, he is the main character in my mind lately. Seriously. I can't hide this feeling. I feel like shaking all over my body. I can't stop saying "OMG, how is it? OMG how is it? OMG". The ice-cream that I hold seems already melted. I take a deep breath over the time, but the heartbeat won't go. The shop assistant scares me to death. He said to me what happens. Nothing was the only one that comes from my mouth.

"Do you know him?"
Yes
"Do you like him?
Well, no
"I bet he is a person you like"
OMG you speak like a shaman
"I bet you feel an uncontrollable heartbeat, am I right? Haha"
Shut up, man
"You can have a sweet walk in the middle of the rain, if you go get him. I saw him several minutes ago coming with an umbrella in his hand. You don't bring umbrella, do you?"
I don't think he walked in the middle of the rain. He hates rain. He's not a kind of person who wants to come outside in the rain. What does he actually do in this night-rain?
"Wow, you know much about him, miss. I bet my assumption is true. Haha"
What assumption?
"You like him"
Shut up!
OMG he walks outside. What should I do? OMG.
"Go ahead!"
I don't bring any umbrella. I don't wear any jacket. I can get flu!
"People in love will do anything, as I know miss"
OMG you shaman!

As the shop-assistant said to me, I chase him. The shop-assistant gave me his small umbrella. So, I can freely walk behind him without afraid of being wet. As usual, he walks so fast. I have to run a bit to keep him in front of me. Many thoughts cross my mind. What's on earth had happened? He really walks in the middle of the rain. Where will he go? What had he just bought? Where is his car? Why doesn’t he drive? ..and OMG, what am I doing? Like a moron! What a stupid girl.

Ah, he stops in front of a cafe. He starts to sit down and I follow him. I sit in the corner, alone, like him. His head turn around dozen time and back again to his tablet.I suppose that he’s waiting for someone.Is he going to go dating? If so, I wonder what kind of girl he’s waiting for.But with a hoodie and a converse slipper? It makes a no sense.
Miss...
Miss...
OH! DAMN! You scared me, waiter!
“I’ve called you many times, but you didn’t respond!”
Oh sorry
“What would you like to order?”
Green tea
“Okay. Wait for a minute”

Oh well, it’s already thirty minutes. He’s still alone. He even hasn’t drunk his coffee. He does something with his tablet. Is he waiting for someone or just spending the night here? Aaaaah, if nothing happen like this, I better going home! Stupid me! I’ve spend 50k of a cup of green tea just for watching him from back. I can’t stop cursing myself. This situation makes me look like a real idiot girl. So, I open my book that I bring inside my bag. Another Haruki Murakami’s story. IQ84.

I hear someone’s coming by. A girl. She stops in front of him. Man! The girl’s coming. I make sure to myself that she’s not a waitress or something similar to that. And, she’s not.

“Sorry to make you wait. It takes a long time to go here”
“No. It’s okay. Finally you come, I’m glad”
“Thanks for waiting for me, anyway”
“Never mind”
I remember they didn’t speak again since that. It was about another fifteenth minutes, they kept in silence. To break the ice, he moved his seat. Closer to her. I could saw him from side. But, nothing comes through their mouth. I saw his face, looking straight to the girl without any moves. And she who noticed had been looked by him didn’t lift up her face. She just looked at her hands, and like that. Nothing happens, until the girl started to stand up.

“Sorry, K, I make you wait”
“You’ve said it before”
“Not about today, it’s about all this time”
“I don’t understand”
“People said, fate can bring us together, but it still up to you to make it happen. I am sorry, I can’t make it happen”


-->to be continued
--> OKE ini cerita mau kemaaanaaa juga akhirnya :O huaa

Friday, 3 February 2012

(34/366) Memenangkan Kesendirian

Ketika apa yang ada langit dan bumi di banding-bandingkan
bulan menangis dari balik penumbra
dan matahari pun ngambek mengeluarkan sinarnya


semua manusia tertawa karena tau ia istimewa
dan saling memaki selanjutnya
karena ia mau hanya ia yang paling istimewa

hingga hanya ada seorang yang mempu bertahan
memenangkan perebutan tahta 
tentang yang paling istimewa


lalu ia sadar cuma ia yang berdiri diatas bumi
cuma ia yang sendiri menatap langit
tak ada lagi yang bisa dibandingkan


ia menang
atas segala pertarungan
ia menang
dalam kesendirian
dan kesendirian itu adalah hal yang paling menyedihkan
karena ia tak tahu kepada siapa lagi
harus bercerita, dan berbagi
tentang kemenangan ini

Thursday, 2 February 2012

(33/366) You said

You said we have to be our-self,
then when we became our-self 
and accidentally swung your mood
but why did you complain of our-self?


You said we don't need to pretend,
then we said anything we wanted to,
we did anything without any shame
and we didn't care about it all
it somehow made your heart hurt
but why did you still mad?

You said you have God
You said you believe God
then why did you never worship Him?
believe without worshiping is something I can't understand

Then when you said God already left you because you don't get happiness anymore
why did you become upset?
You were the one who ignore Him first

And you said you will miss us
You said you won't leave us
You said you won't forget us
You said you will be there forever for us
I would rather not to believe it
because, you actually don't understand with what you said
you understand

---
hello friends, let's learn together more about this life; the fakers, the ruiners, the mess-makers, the true kind-hearted friends inside it. Let's together discover the good one and  see that pure heart is exist. It's us! IT IS US! and learn something is not that going smoothly. I know there will be a quarrel, mad among each others, but please don't feel hatred. I love you all, maybe I'm wrong but for this time it is true that I love youu!!!

Wednesday, 1 February 2012

(32/366) Apa yang ada di dalam tak sama

Aku benci dengan kecepatan otakku berpikir, terlalu cepat hingga membuatku terlihat bodoh.


Taukah kau ketika aku sedang bicara dan otak ini memutarkan apa yang ingin aku bicarakan terlebih dulu, ia berjalan sangat cepat.. dan sayang sensor suara dalam mulut tidak bisa mengikuti semua yang akan otak katakan. Akibatnya aku hanya bisa menangkap sebagian, dan akhirnya aku hanya berkata sebagian, sepotong, tak utuh. Seperti orang bodoh yang ingin berkata magic. Seperti orator yang tiba-tiba pita suaranya terlepas, seperti anak kecil yang menginginkan balon di taman bermain. Membuat lawan bicara berkerut alis. 


Lalu, ketika aku tatap matanya, ada sebaris kata yang tersirat yang hampir aku temukan di setiap orang yang berbicara padaku, "Oh man, apa yang perempuan ini coba katakan?!" 
Sebenarnya teman, aku punya banyak hal yang ingin aku katakan padamu. Banyak sekali hingga kau akan diam membisu. Jika semua kata yang ada di otakku terputar semua di mulut kecil ini, aku yakin kau tak kan pernah mau meninggalkanku kala aku bercerita.


Makanya, aku lebih suka menulis. Aku bisa melihat apa yang aku ingin katakan. Aku bisa menghapusnya dan menulis ulang dengan apa yang sebenarnya ingin aku katakan. Aku bisa benar-benar mengatakan semuanya. Tanpa ada yang lubang. Tanpa ada yang tertinggal. Utuh. Aku kuras habis semua yang otak ingin keluarkan. 


Tulisanku takkan pernah hilang. Aku bisa menyimpannya, dan aku bisa menyerahkan padamu kapan aku mau. Meski kau tak tahu kalo si penulis itu aku, karena apa yang ada di dalam tak sama seperti ketika kau melihat dari luar. Dan kelak kau akan tahu aku tidak sebodoh tampaknya, ketika kau membaca tulisanku.
Powered by Blogger.

Popular Posts