Thursday, 12 April 2012

(101/366) Menembus Takdir


Milyaran tahun ketika dunia ini dibentuk
Ada sebuah partikel bernama takdir
Yang terus membesar berisikan nasib
Meledak hingga membentuk alam raya
Hingga kini, partikel itu masih utuh
Melompat dan berevolusi mengikuti bumi tanpa berhenti
Dalam waktu yang tak terhitung lamanya
Dalam jarak yang tak terhitung panjangnya
Dan, terlemparlah partikel itu menembus rahim seorang ibu
Rasanya aku tidak percaya
Seorang gadis yang bernama Risma
Berdiri disamping takdirnya
Memandang tanpa kedip oleh matanya yang terlihat bersinar
Diam tak berani menyapa, senyum pun seketika lupa caranya
Takdirnya diam, tak tahu kalau diperhatikan
Dan sampai kapan partikel itu jatuh
Pada hidup yang tak lagi lama
Pada doa yang dipanjat tiap malam membuai lelah
Mungkin bukan sekarang
Tapi kalau waktu itu datang
Semoga belum ada yang mengucap kata aku pergi

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts