Friday, 27 April 2012

(110/366) Cerita Masa Depan [1]


Kita bertemu untuk terakhir kalinya di sebuah bandara
Yang aku pun tak tahu kamu juga ada disana
Kamu yang pertama kali mengenali aku
Menghambur dari kejauhan 
dan membeku di depan mukaku
"Momo"

Aku tahu pasti suara itu
Tak bisa kusembunyikan semburat senyum yang terpajang
di wajah yang ingin sekali kau tampar
Begitu candamu waktu dulu saking seringnya aku tersenyum lapang
Ternyata kamu bukan diculik alien
Seperti pamitmu waktu itu
"Aku pergi dulu ya"

Kata-kata yang kutakutkan terucap juga
Aku tak berani tanya kemana
Karena aku takut kamu pergi selamanya
Tapi sepertinya kamu bisa membaca pikiran
"Eropa" begitu lanjutmu dalam sumringai singkat lima detik

Sungguh aku tak bisa berkata apa-apa
Lidaku seperti dilem erat hingga mulut ini terus mengatup
Senyum menutup
Hanya mata yang aku fungsikan untuk berbicara
Berharap kamu tak kan kemana-mana
"Jangan pernah ngira aku ingin niggalin Momo ya..
.. daaa, Momo"
kamu pun berbalik, dan bergabung diantara ratusan pasang kaki
tak sulit aku mengenali, tapi percuma kalau kamu tetap pergi

(backsound: Sekali Lagi-nya Ipang)

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts