Ada benci yang tanpa permisi masuk, mengamati setiap sudut,
dan tidur dalam senyap jiwa yang terkubur.
Ada benci yang menyeruak keluar, tak terlihat tapi terasa kuat,
dan menggerogoti setiap asa yang ingin mendekat.
Ingin rasa mencengkeram hati, agar ia berhenti membara.
Agar merahnya cepat padam. Dan putihnya cepat hilang.
Tapi sayang panasnya hati bikin nggak tahan.
Tangan ini serasa mengelupas, seiring berlalunya ingatan pada masa yang kini menjadi titik kobar.
Membakar kebahagiaan! Menghanguskan canda tawa!
Lenyap sudah getaran yang dulu menjadi hiasan kalbu.
Menjadi abu!
Ada benci pada satu nama. Yang dulu indah adanya.
Saturday, 11 February 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
Popular Posts
-
Kita memang tak bisa menggenggam waktu. Ia mengabur berlalu tak berbekas. Eh, tunggu dulu. Siapa bilang waktu tak berbekas? Ia justru meni...
-
Blogs don’t excite me anymore since I know I’ll write more worries and grumbles. I'm almost 23 and can't even produce good writings ...
-
A best friend of mine called me suddenly. D : nggak kangen aku? Me : ngg.. nggak. ngapain? D : dih sok-sok'an Me : abis kamu s...
-
Last two days, I attended Aksel generation 1 - 5 gathering. It was very fun since I hadn't meet my friends till the cows come home means...
-
The Life and Death of Most of Us Most of us will settle for fine. Most of us will stream mp3s instead of asking a friend to play the guit...
-
Seorang teman pernah bilang, bahwa setiap habis perjalanan selalu ada yang berubah dalam diri. Selalu ada ilmu dan pengetahuan yang nambah. ...
-
Hari ke lima 25 Juli 2013 Sebenernya aku uda agak lupa~ hahaha *pengakuan dosa* Kami berangkat sekitar jam 7 dari rumah Ubaid naik mob...
-
I never know it would be this hurt when I saw a very cute brooch -that I gave to my students - on the other teachers' clothes </3 M...
-
What a song!
-
-Copas dari http://kisahmuslim.com - Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil me...
0 comments:
Post a Comment