Wednesday, 1 February 2012

(32/366) Apa yang ada di dalam tak sama

Aku benci dengan kecepatan otakku berpikir, terlalu cepat hingga membuatku terlihat bodoh.


Taukah kau ketika aku sedang bicara dan otak ini memutarkan apa yang ingin aku bicarakan terlebih dulu, ia berjalan sangat cepat.. dan sayang sensor suara dalam mulut tidak bisa mengikuti semua yang akan otak katakan. Akibatnya aku hanya bisa menangkap sebagian, dan akhirnya aku hanya berkata sebagian, sepotong, tak utuh. Seperti orang bodoh yang ingin berkata magic. Seperti orator yang tiba-tiba pita suaranya terlepas, seperti anak kecil yang menginginkan balon di taman bermain. Membuat lawan bicara berkerut alis. 


Lalu, ketika aku tatap matanya, ada sebaris kata yang tersirat yang hampir aku temukan di setiap orang yang berbicara padaku, "Oh man, apa yang perempuan ini coba katakan?!" 
Sebenarnya teman, aku punya banyak hal yang ingin aku katakan padamu. Banyak sekali hingga kau akan diam membisu. Jika semua kata yang ada di otakku terputar semua di mulut kecil ini, aku yakin kau tak kan pernah mau meninggalkanku kala aku bercerita.


Makanya, aku lebih suka menulis. Aku bisa melihat apa yang aku ingin katakan. Aku bisa menghapusnya dan menulis ulang dengan apa yang sebenarnya ingin aku katakan. Aku bisa benar-benar mengatakan semuanya. Tanpa ada yang lubang. Tanpa ada yang tertinggal. Utuh. Aku kuras habis semua yang otak ingin keluarkan. 


Tulisanku takkan pernah hilang. Aku bisa menyimpannya, dan aku bisa menyerahkan padamu kapan aku mau. Meski kau tak tahu kalo si penulis itu aku, karena apa yang ada di dalam tak sama seperti ketika kau melihat dari luar. Dan kelak kau akan tahu aku tidak sebodoh tampaknya, ketika kau membaca tulisanku.

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts