(26/366) Pengecut
Kenapa aku harus janji? Kalo akhirnya aku tahu akan aku ingkari?
Kenapa harus bilang rahasia? Kalo akhirnya dikasih tahu juga?
Kenapa pura-pura bilang bisa? Kalo sebenernya tahu bakal gak bisa?
Kenapa bilang mau? Kalo sebenernya di dalam hati bilang jangan?
Kenapaaaaaaaaaaaa harus berdusta??!!
Kenapaaaaaaaaaaaa harus pura-pura??!!
Kenapaaaaaaaaaaaa tak kau katakan saja yang sebenarnya?
Satu sisi manusia yang aku temukan dalam diriku, pengecut.
Ada manusia yang cenderung memilih menyakiti dirinya ketimbang harus menyakiti orang lain dengan sikapnya. Namun akhirnya malah menyakiti dua-duanya karena diri sendiri pun tak kuasa menerima sakit itu.
Sakit karena mengingkari perasaan, dan menjadi lebih sakit karena tahu orang-orang itu tahu sudah kita ingkari sejak awal. Lalu bertambah sakit ketika penyesalan datang menyapa.
Pengecuutt! Jangaaaan pura-puraaa, jangan belaga berani padahal takutnya setengah mati! Boleh pura-pura berani kalo nantinya berani beneran, ini sudah sok berani tapi penakut juga ujungnya!
Pengecut! Aku benci!
R.A
0 comments:
Post a Comment