Sunday, 8 January 2012

(8/366) Untuk Mama 2

Untuk mama yang paling baik sedunia
Aku minta maaf telah melukaimu.
Aku akan jadi dewasa untukmu
Aku akan jadi anak sholeha untukmu
Ijinkanlah aku persembahkan baktiku padamu
Aku akan menjadi anak yang paling kau banggakan
Aku akan membuktikan bahwa keyakinamu itu benar, 
Aku adalah anak hebat yang kuat, bersemangat, dan sukses dalam menggapai cita-citanya.


Mungkin kita berjanji—diucapkan atau sekadar pada diri sendiri—akan membelikannya rumah megah, mobil mewah, atau memberangkatkannya naik haji. Tapi kapankah akan terjadi?
"Entahlah, tidak ada yang tahu. Sementara ibu kita terus menyayangi dan mencintai kita dengan luar biasa, meski dengan cara-cara sederhana. Kita? Entahlah. Barangkali takdir kedua kita sebagai anak adalah (mengaku) mencintai ibu kita, dengan pembuktian-pembuktian yang selalu tertunda.


Tidak. Ini bukan pembuktian yang tertunda. Karena aku percaya aku bisa. Karena aku percaya doa mama, pasti dikabulkan oleh Dzat yang Maha Agung di atas sana. 


Untuk mama
Apa jadinya kalau aku dulu tidak dititipkan padamu oleh-Nya? 
Tidak tahu, mungkin aku tak bisa seberuntung ini menjadi anakmu. 
Limpahan kasih sayang tiada ujung. Cinta yang tak terhitung. Doa yang tak terbendung.


Untuk mama
Terima kasih, atas segala yang kau berikan padaku. Atas segala sakit hati yang selalu kau maafkan. Atas segala pengorbanan yang selalu ada. Atas perjuangan, kasih sayang, cinta, dan doamu untukku.


Ya Allah lindungilah perempuan suci ini. Berikan dia kekuatan dan kesabaran menjadi ibuku, ibu adik-adikku. Limpahkanlah rezeki dan kasih sayang-Mu padanya. Taruhlah ia dalam lingkaran rahmat-Mu selalu. Berikan ia umur panjang.. dan bukakanlah pintu sorga untuknya.
Semoga engkau selalu dalam lindungan Allah SWT.


Untuk mama
Terima kasih

0 comments:

Post a Comment

Powered by Blogger.

Popular Posts