Katakan padaku, tentang kasih yang kau tahu
tentang adikmu yang selalu mengadu
tentang ayahmu yang engkau rindukan disetiap waktu
tentang ibumu yang tak pernah lagi meninabobokanmu seperti engkau kecil dulu
Katakan padaku, tentang hidup yang kau tahu.
tentang impian yang belum terwujud
tentang harapan yang tak pernah pupus
tentang usaha yang kadang berkobar kadang padam
Katakan padaku, tentang cinta yang kau tahu
tentang hati yang tak dapat kau genggam
tentang rasa yang tak terjabarkan, bahagia bukan kepalang, bagai berada di mulut surga yang menganga
juga tentang jiwa yang merasa ditinggalkan, bersama kekecewaan dan pengkhianatan yang mesra menyapa disetiap perjumpaan
Katakan padaku, tentang dunia yang kau tahu
ketika kasih, hidup, dan cinta menjadi satu
ketika kau sangat menginginkan ayahmu, dan ibumu yang kini makin jarang memelukmu
ketika harapan yang tersisa hanya sebatang korek yang menyala dan terus kau perjuangkan
ketika kau sadar hanya kau sendiri yang berdiri di jalan ini
ketika seseorang disana membawa setengah hatimu tanpa ia sadari dan kau tak kuasa memintanya kembali
akankah kau berbalik dan pergi? dari dunia yang kau tahu?
kumohon tunggu dulu,
aku ingin kau bercerita padaku..
tentang kasih yang mendalami otakmu
tentang hidup yang mengaliri jiwamu
tentang cinta yang pernah meninggalkan hatimu
ceritakan padaku tentang arti senyummu
dan kontradiksi dalam hatimu
tentang kuatmu yang palsu
tentang ketakutanmu akan orang-orang yang menipu
berjanji untuk terus disisimu,
lalu meninggalkanmu
Wahai Ksatria, aku tidak berjanji kelak untuk berada terus disisimu (padahal sekarang juga kau tak mengenalku) karena mungkin suatu saat aku akan jadi orang-orang itu..
aku ingin kau bercerita padaku, karena aku ingin kau tahu, saat ini, ketika kau mengadu pada Tuhanmu, ada seseorang yang ikut berdoa bersamamu. mendoakanmu. bahwa hidup ini tak akan berakhir pilu untukmu, bahwa kau tak perlu berpindah tempat untuk menemukan setengah hatimu. bahwa kau tak harus pergi ke tempat yang jauh dari siapapun, mencari hidup kembali dan memulainya lagi.. karena dari hidup yang aku tahu, semua orang menyayangimu. setidaknya ada aku, yang ikut berdoa bersamamu.
Wahai, Ksatria! keluarlah kau dari persembunyianmu
dan ceritakan padaku!
karena aku mengagumi sosokmu dalam hidup yang kau anggap abu-abu
Friday, 6 January 2012
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
Popular Posts
-
Kita memang tak bisa menggenggam waktu. Ia mengabur berlalu tak berbekas. Eh, tunggu dulu. Siapa bilang waktu tak berbekas? Ia justru meni...
-
Blogs don’t excite me anymore since I know I’ll write more worries and grumbles. I'm almost 23 and can't even produce good writings ...
-
A best friend of mine called me suddenly. D : nggak kangen aku? Me : ngg.. nggak. ngapain? D : dih sok-sok'an Me : abis kamu s...
-
Last two days, I attended Aksel generation 1 - 5 gathering. It was very fun since I hadn't meet my friends till the cows come home means...
-
The Life and Death of Most of Us Most of us will settle for fine. Most of us will stream mp3s instead of asking a friend to play the guit...
-
Seorang teman pernah bilang, bahwa setiap habis perjalanan selalu ada yang berubah dalam diri. Selalu ada ilmu dan pengetahuan yang nambah. ...
-
Hari ke lima 25 Juli 2013 Sebenernya aku uda agak lupa~ hahaha *pengakuan dosa* Kami berangkat sekitar jam 7 dari rumah Ubaid naik mob...
-
I never know it would be this hurt when I saw a very cute brooch -that I gave to my students - on the other teachers' clothes </3 M...
-
What a song!
-
-Copas dari http://kisahmuslim.com - Salah satu isu yang diangkat oleh orang-orang yang phobia terhadap Islam adalah Islam berhasil me...
0 comments:
Post a Comment